MotoGP India Terancam Batal, Kok Bisa?

ZAJ By ZAJ
4 Min Read

jfid – MotoGP India 2023 yang akan digelar pada 22-24 September mendatang di Sirkuit Buddh International, Noida, Uttar Pradesh, mengalami banyak kendala yang mengancam kelangsungan balapan. Salah satu masalah utama adalah visa elektronik yang belum terbit untuk sebagian besar pembalap dan kru tim MotoGP.

Menurut laporan Speedweek, setidaknya 50 persen dari anggota tim Repsol Honda dan Red Bull KTM belum bisa terbang ke India karena visa mereka belum keluar. Bahkan pembalap andalan Honda, Marc Marquez, masih terjebak di Madrid, Spanyol, menunggu visa elektroniknya.

Visa elektronik atau Electronic Travel Authorizations (ETA) adalah dokumen perjalanan yang diperlukan untuk masuk ke India. Proses penerbitan visa ini membutuhkan waktu sekitar 72 jam dan harus dilakukan secara online melalui situs resmi pemerintah India.

Namun, banyak tim MotoGP yang mengeluhkan lambatnya penerbitan visa ini. Beberapa tim bahkan mengaku sudah mengajukan permohonan visa sejak bulan Agustus lalu, tetapi sampai saat ini belum mendapat konfirmasi.

“Tim pabrikan MotoGP kami sudah sepenuhnya tiba di India. Hanya tim Master Camp Moto2 kami yang tidak memiliki pembalap Manuel Gonzalez dan seorang mekanik. Mereka belum menerima visa dan terdampar di Spanyol,” kata Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis.

Jarvis menambahkan bahwa dia sudah berkoordinasi dengan pihak Dorna Sports, penyelenggara MotoGP, untuk membantu menyelesaikan masalah visa tersebut. Dia berharap semua tim bisa tiba di India sesuai jadwal dan balapan bisa berlangsung dengan lancar.

Selain masalah visa, MotoGP India juga dihadapkan dengan masalah pengangkutan kargo motor dan perlengkapan tim. Menurut laporan Bolasport, kargo MotoGP yang tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi, pada Senin (18/9/2023) malam harus diangkut dengan truk-truk terbuka yang tidak memiliki perlindungan apapun.

Hal ini tentu sangat berisiko bagi keselamatan dan keamanan motor dan perlengkapan tim yang bernilai miliaran rupiah. Selain itu, kondisi jalan di India yang tidak rata dan macet juga bisa menyebabkan kerusakan pada kargo tersebut.

Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengaku khawatir dengan situasi ini. Dia mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan pihak otoritas India untuk menyediakan fasilitas pengangkutan yang layak untuk kargo MotoGP.

“Kami sudah berbicara dengan mereka sejak lama dan kami sudah memberi tahu mereka apa yang kami butuhkan. Kami tidak bisa menerima kondisi seperti ini. Ini sangat tidak profesional dan tidak sesuai dengan standar MotoGP,” kata Ezpeleta.

Ezpeleta menegaskan bahwa Dorna Sports akan mengevaluasi kerjasama dengan pihak India setelah balapan selesai. Dia tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan kontrak MotoGP India jika masalah-masalah ini tidak terselesaikan.

“Kami akan melihat apa yang terjadi setelah balapan. Kami akan mempertimbangkan apakah kami akan melanjutkan kontrak dengan India atau tidak. Kami tidak mau mengambil risiko untuk mengulangi situasi seperti ini di masa depan,” ujar Ezpeleta.

MotoGP India 2023 merupakan seri ke-15 dari kalender MotoGP musim ini. Balapan ini seharusnya menjadi ajang promosi olahraga bermotor di negara berpenduduk lebih dari satu miliar jiwa tersebut. Namun, dengan banyaknya kendala yang muncul, MotoGP India malah menjadi bumerang bagi citra India di mata dunia.

Share This Article