Film Kang Mak (From Pee Mak): Adaptasi Pee Mak yang Mengocok Perut dan Menguras Air Mata

ZAJ
By ZAJ
8 Min Read
Review Film Kang Mak (From Pee Mak), Siap-Siap Ngakak dan Nangis Bareng Vino G Bastian dan Marsha Timothy
Review Film Kang Mak (From Pee Mak), Siap-Siap Ngakak dan Nangis Bareng Vino G Bastian dan Marsha Timothy

jfid – Film horor komedi asal Thailand, Pee Mak, yang sukses meraih penghasilan tertinggi di negara asalnya dan di beberapa negara Asia lainnya, kini akan diadaptasi oleh Falcon Pictures menjadi versi Indonesia dengan judul Kang Mak.

Film ini akan dibintangi oleh Vino G Bastian sebagai Kang Mak, seorang tentara yang harus meninggalkan istrinya, Sari (Marsha Timothy), untuk berperang.

Di medan perang, Kang Mak bertemu dan berteman dengan empat tentara lainnya, yaitu Jaka (Tora Sudiro), Panjul (Indra Jegel), Joko (Rigen Rakelna), dan TJ (TJ Ruth).

Sementara itu, di kampung halaman, Sari melahirkan seorang anak laki-laki, tetapi sayangnya meninggal bersama bayinya. Namun, roh Sari dan bayinya tidak tenang dan terus menunggu kedatangan Kang Mak.

Film ini diadaptasi dari legenda Thailand tentang Mae Nak Phra Khanong, yang menceritakan kisah tragis seorang wanita yang mati saat melahirkan dan menjadi hantu yang menghantui suaminya.

Legenda ini telah diangkat ke layar lebar beberapa kali, tetapi versi Pee Mak yang dirilis pada tahun 2013 adalah yang paling populer dan berhasil.

Film ini menggabungkan unsur horor, komedi, dan romantis dengan cara yang cerdas dan menghibur. Film ini juga menampilkan chemistry yang kuat antara Mario Maurer dan Davika Hoorne sebagai pasangan suami istri yang setia dan romantis.

Lalu, bagaimana dengan versi Indonesia, Kang Mak? Apakah film ini akan mampu meniru kesuksesan Pee Mak, atau malah menjadi bumerang yang merusak citra film aslinya?

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang film Kang Mak sebelum kita menontonnya di bioskop.

Para Pemain dan Kru

Salah satu kekuatan film Pee Mak adalah para pemainnya yang mampu membawakan karakternya dengan baik dan lucu.

Mario Maurer dan Davika Hoorne berhasil membuat penonton baper dengan kisah cinta mereka yang manis dan tragis.

Sementara itu, empat sahabat Kang Mak, yaitu Ter (Nattapong Chartpong), Puak (Pongsathorn Jongwilas), Shin (Wiwat Kongrasri), dan Aey (Kantapat Permpoonpatcharasuk) berhasil membuat penonton tertawa dengan tingkah konyol dan ekspresi mereka yang kocak.

Untuk versi Indonesia, Falcon Pictures memilih Vino G Bastian dan Marsha Timothy sebagai pasangan suami istri Kang Mak dan Sari. Keduanya adalah aktor dan aktris yang sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia.

Mereka juga merupakan pasangan suami istri di kehidupan nyata, sehingga diharapkan chemistry mereka akan terasa alami dan kuat di layar.

Selain itu, keduanya juga memiliki pengalaman bermain di film-film bergenre horor, komedi, dan romantis, sehingga diharapkan mereka akan mampu menguasai peran mereka dengan baik.

Untuk empat sahabat Kang Mak, Falcon Pictures memilih Tora Sudiro, Indra Jegel, Rigen Rakelna, dan TJ Ruth. Keempatnya adalah komedian yang sudah sering membuat penonton tertawa dengan lawakan-lawakan mereka di berbagai acara dan film.

Mereka juga memiliki chemistry yang baik sebagai teman, sehingga diharapkan mereka akan mampu meniru kekompakan dan kekocakan empat sahabat Kang Mak di film aslinya.

Selain itu, film ini juga akan dimeriahkan oleh beberapa bintang tamu yang akan memerankan karakter-karakter pendukung, seperti Indro Warkop, Ence Bagus, Andre Taulany, Tarzan, Aming, dan Jirayut.

Mereka juga adalah komedian yang sudah terkenal di Indonesia, sehingga diharapkan mereka akan menambah unsur humor dan hiburan di film ini.

Untuk sutradara, Falcon Pictures mempercayakan film ini kepada Herwin Novianto, yang sebelumnya pernah menyutradarai film-film komedi seperti Comic 8: Casino Kings Part 2, Warkop DKI Reborn, dan Si Juki The Movie.

Herwin mengaku tidak merasa terbebani untuk mengadaptasi film Pee Mak, karena ia yakin film ini akan hadir untuk membuat penonton terhibur.

Ia juga mengaku sudah berdiskusi dengan penulis naskah asli, Alim Sudio, untuk menyesuaikan cerita dan komedi dengan selera penonton Indonesia.

Premis dan Cerita

Film Kang Mak masih mengikuti premis dan cerita dari film Pee Mak, yaitu tentang seorang tentara yang harus berpisah dengan istrinya yang hamil untuk berperang.

Di medan perang, ia berteman dengan empat tentara lainnya, yang kemudian menjadi sahabat karibnya.

Setelah perang usai, ia kembali ke kampung halamannya bersama keempat sahabatnya, dan menyambut istrinya yang sudah melahirkan seorang anak laki-laki.

Namun, tanpa sepengetahuan Kang Mak, istrinya dan anaknya sudah meninggal saat melahirkan, dan yang menyambutnya adalah hantu mereka.

Keempat sahabatnya pun mencoba memberitahu Kang Mak tentang hal ini, tetapi Kang Mak tidak percaya dan tetap mencintai istrinya.

Hal ini membuat hantu Sari semakin cemburu dan marah, dan mulai mengancam nyawa keempat sahabat Kang Mak.

Namun, tentu saja ada beberapa perbedaan dan penyesuaian yang dilakukan oleh Falcon Pictures untuk membuat film ini lebih sesuai dengan konteks dan budaya Indonesia.

Misalnya, latar belakang perang yang digunakan adalah perang antara Kerajaan Siam dan Kerajaan Burma pada abad ke-19, yang kemudian diganti dengan perang antara Kesultanan Mataram dan Belanda pada abad ke-17.

Selain itu, beberapa nama dan tempat juga disesuaikan dengan nama dan tempat yang lebih familiar di Indonesia, seperti Kang Mak (dari Pee Mak), Sari (dari Nak), Jaka (dari Ter), Panjul (dari Puak), Joko (dari Shin), TJ (dari Aey), dan Kampung Kedungwungu (dari Phra Khanong).

Selain itu, film ini juga akan menambahkan beberapa unsur komedi yang lebih khas Indonesia, seperti lelucon, sindiran, parodi, dan referensi populer.

Misalnya, film ini akan menampilkan beberapa bintang tamu yang akan memerankan karakter-karakter yang terinspirasi dari film-film horor Indonesia, seperti Suzanna, Pocong, Kuntilanak, dan Suster Ngesot.

Pesan dan Makna

Film Kang Mak tidak hanya sekadar film horor komedi yang bertujuan untuk menghibur penonton, tetapi juga memiliki pesan dan makna yang dapat diambil dari ceritanya.

Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan oleh film ini adalah tentang cinta yang setia dan tulus, yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, hidup dan mati.

Film ini menunjukkan bagaimana Kang Mak dan Sari saling mencintai dan setia satu sama lain, meskipun mereka harus berpisah karena perang, dan meskipun Sari sudah menjadi hantu.

Film ini juga menunjukkan bagaimana Kang Mak tetap memilih untuk bersama Sari, meskipun ia sudah mengetahui kenyataan bahwa istrinya sudah meninggal.

Film ini mengajarkan kita untuk menghargai dan menjaga cinta yang kita miliki, dan tidak mudah menyerah atau berpaling dari pasangan kita.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email [email protected]

Share This Article