Ala Fesyen Gadis-gadis Eropa, Simpel, Elegan, dan Berkelas

Rasyiqi By Rasyiqi - Writer, Digital Marketer
5 Min Read
Ala Fesyen Gadis-gadis Eropa, Simpel, Elegan, dan Berkelas
Ala Fesyen Gadis-gadis Eropa, Simpel, Elegan, dan Berkelas

jfid – Fesyen adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri, identitas, dan kepribadian.

Setiap orang memiliki selera dan gaya fesyen yang berbeda-beda, tergantung pada budaya, lingkungan, dan preferensi pribadi.

Namun, ada beberapa pelajaran fesyen yang bisa kita ambil dari gadis-gadis Eropa, yang terkenal dengan gaya berpakaian mereka yang simpel, elegan, dan berkelas.

Nina, seorang blogger asal Indonesia yang tinggal di Norwegia, menulis tentang 7 pelajaran fesyen dari gadis-gadis Eropa di blognya, ART OCH LINGUA.

Nina, yang pernah menjadi au pair dan mahasiswa di Belgia dan Denmark, mengaku kagum dengan selera fesyen orang-orang Eropa yang berbeda dengan orang Amerika dan Asia.

Ia juga berbagi pengalamannya dalam beradaptasi dengan gaya hidup dan budaya Eropa, termasuk dalam hal berpakaian.

Berikut adalah 7 pelajaran fesyen dari gadis-gadis Eropa yang bisa kita terapkan, menurut Nina:

Cutting yang simpel dan pas

Gadis-gadis Eropa lebih suka memakai pakaian yang potongannya pas dengan tubuh, tidak terlalu ketat atau terlalu besar.

Pakaian yang simpel namun berkualitas tinggi akan terlihat lebih mahal dan elegan, daripada pakaian yang unik tapi murahan.

Gadis-gadis Eropa juga lebih konservatif dalam berpakaian, tidak terlalu memamerkan keseksian tubuh, tapi tetap feminin dan menarik.

Jika ragu, selalu pilih warna-warna natural

Gadis-gadis Eropa lebih berhati-hati dalam memilih warna pakaian, tidak terlalu suka warna-warna terang atau pastel yang bisa terlihat norak atau berlebihan.

Mereka lebih suka warna-warna netral, seperti hitam, putih, navy, atau beige, yang bisa dipadukan dengan mudah dan memberikan kesan klasik dan chic. Warna-warna netral juga cocok untuk segala musim dan suasana.

Skinny jeans are a must!

Gadis-gadis Eropa suka menunjukkan kaki langsing dan jenjang mereka dengan skinny jeans, yang bisa dipadukan dengan berbagai macam atasan, sepatu, dan aksesoris.

Skinny jeans juga bisa memberikan kesan casual, sporty, atau edgy, tergantung pada gaya yang diinginkan.

Gadis-gadis Eropa jarang memakai celana harem, mom jeans, atau jogger, yang bisa membuat badan terlihat lebih besar atau kurang proporsional.

Tetap modis di rumah

Gadis-gadis Eropa tidak pernah berkeliaran di rumah dengan piyama atau daster, mereka tetap terlihat modis meskipun hanya di rumah.

Mereka memakai jeans, blus, dan sepatu yang nyaman dan rapi, lengkap dengan make up tipis dan parfum.

Mereka juga mendandani anak-anak mereka dengan pakaian yang lucu dan trendi.

Mereka percaya bahwa berpakaian baik akan membuat mereka merasa baik dan lebih percaya diri.

Selalu pakai yang terbaik

Gadis-gadis Eropa tidak pernah menyimpan pakaian terbaik mereka hanya untuk acara tertentu, mereka selalu mencari momen untuk memakainya.

Mereka tidak ragu memakai dress mini di siang hari, lalu dipadukan dengan cardigan dan stocking, atau memakai clutch mini untuk acara kasual.

Mereka juga tidak takut memakai pakaian yang sama berulang-ulang, asalkan pakaian tersebut berkualitas baik dan sesuai dengan gaya mereka.

Kualitas vs kuantitas

Gadis-gadis Eropa tidak terlalu konsumtif dalam berbelanja pakaian, mereka lebih memilih pakaian yang berkualitas tinggi daripada banyak tapi murah.

Mereka juga tidak tergoda oleh diskon atau tren yang berubah-ubah, mereka lebih setia pada gaya mereka sendiri.

Mereka juga lebih peduli dengan keberlanjutan dan lingkungan, mereka tidak suka membuang-buang pakaian, tapi lebih suka menyumbangkan atau menjualnya kembali.

Mini namun elegan

Gadis-gadis Eropa bisa terlihat seksi tanpa harus buka-bukaan, mereka tahu bagaimana memainkan proporsi dan aksen pakaian.

Mereka hanya menampilkan kesan seksi di satu sisi, misalnya dengan potongan dada rendah atau rok mini, tapi tetap menutupi bagian lainnya dengan pakaian yang tertutup atau longgar.

Mereka juga tidak suka memakai pakaian yang terlalu ketat atau terlalu banyak aksesoris, karena bisa terlihat murahan atau berantakan.

Demikian pelajaran fesyen dari gadis-gadis Eropa yang bisa kita coba.

Tentu saja, kita tidak harus mengikuti semua gaya mereka, tapi kita bisa mengambil inspirasi dan menyesuaikannya dengan gaya kita sendiri.

Yang terpenting adalah kita merasa nyaman, percaya diri, dan bahagia dengan pakaian yang kita pakai.

Share This Article