SUMENEP Jf.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.M. Anwar Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. Pada awal 2026, rumah sakit milik pemerintah daerah ini menggelar penyuluhan kesehatan gratis bagi anak difabel di Sekolah Luar Biasa (SLB) Saronggi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RSUD Sumenep dalam meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan, khususnya anak berkebutuhan khusus. Sebelumnya, rumah sakit juga telah melengkapi fasilitas ramah difabel, seperti jalur pemandu, akses pasien khusus, serta toilet difabel.
Koordinator Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Sumenep, Vinda Sartika Basri, menjelaskan bahwa penyuluhan tersebut bertujuan menanamkan pola hidup sehat sejak dini, sekaligus melakukan deteksi awal terhadap potensi gangguan kesehatan pada anak difabel.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas kesehatan kelompok rentan, agar mereka mendapatkan hak layanan kesehatan yang setara,” ujarnya.
Direktur RSUD Sumenep melalui Kepala Seksi Informasi, Erfin Sukayati, menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tim PKRS akan terus berkolaborasi dengan Seksi Rawat Jalan, bahkan telah menyusun jadwal rutin agar program berjalan optimal dan konsisten.
Pelaksanaan penyuluhan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa SLB. Materi kesehatan disampaikan secara komunikatif oleh dokter spesialis mata, Fardian Yedasukma, dengan pendampingan dari Kepala Seksi Rawat Jalan RSUD Sumenep, Fitri Dwi Cahyani.
Melalui kegiatan ini, RSUD dr. H.M. Anwar Sumenep menegaskan bahwa pelayanan kesehatan inklusif bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata. Rumah sakit berkomitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak dasar atas kesehatan dan perhatian yang layak.

