Kampus — Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura menggelar pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode terbaru dalam suasana khidmat dan penuh semangat kaderisasi. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I, menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, kesungguhan, dan tanggung jawab spiritual.
Ia menegaskan bahwa sembilan nasihat yang disampaikannya bukan sekadar pesan moral, melainkan amanah yang wajib dikerjakan dan dipertanggungjawabkan.
“Orang mendapat amanah itu berat, tetapi lebih berat lagi mempertahankan dan menunaikannya dengan istiqamah,” tegasnya.
Sebagai penguatan, ia mengutip firman Allah Swt.:
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.”
(QS. Al-Ahzab: 72)
Ia juga mengingatkan ayat lain tentang kewajiban menunaikan amanah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.”
(QS. An-Nisa: 58)
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abdur Rohman menyampaikan sembilan pedoman kepemimpinan mahasiswa.
Pertama, meluruskan niat sebagai ibadah dan pengabdian, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw.:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Muhammad dalam Sahih Bukhari)
Kedua, menjaga integritas dan akhlak dengan berpegang pada QS. Al-Ahzab: 70 tentang pentingnya berkata benar.
Ketiga, memperkuat tradisi intelektual dengan semangat “Iqra’” (QS. Al-‘Alaq: 1), menjadikan organisasi sebagai pusat diskusi dan literasi.
Keempat, responsif terhadap organisasi dan masyarakat kampus dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar (QS. Ali Imran: 110).
Kelima, membangun profesionalisme dan tata kelola yang baik dengan prinsip itqan sebagaimana hadis:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan sesuatu, ia melakukannya secara profesional.”
(HR. al-Baihaqi)
Keenam, memperkuat budaya literasi dan menulis. Ia menyebut ungkapan hikmah yang dinisbatkan kepada Al-Ghazali:
إِذَا لَمْ تَكُنْ ابْنَ مَلِكٍ وَلَا ابْنَ عَالِمٍ فَاكْتُبْ
“Jika engkau bukan anak raja dan bukan pula anak ulama, maka menulislah.”
Spirit ini, menurutnya, sejalan dengan ajaran Al-Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din tentang keutamaan ilmu yang abadi.
Ketujuh, memanfaatkan teknologi secara produktif dan bermartabat dengan prinsip tabayyun (QS. Al-Hujurat: 6).
Kedelapan, membangun kaderisasi berkelanjutan dengan semangat musyawarah (QS. Asy-Syura: 38).
Kesembilan, menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi agar prestasi ilmiah tetap menjadi prioritas.
Adapun sembilan organisasi yang dilantik meliputi DPM (Ahmad Jaylani dan Mustawe), BEM (M. Fathul Amin Firdaus dan M. Bagus Junaidi), Himahisya (Ahmad Fuad Hanafi dan Rizka Wulandari), Himaesya (Aldiamsah dan Khalimatus Sa’diyah), Dzik n Fikr (Syaifulloh Alfan Ismail dan Sari Ramadhani), Porfik (Eriyanto dan Nuris Zamzami), Smart (Ahmad Mujahid Ramdhadi dan Siti Maryam), Semar (M. Nazmuzzaman dan Haical Somadany), serta LPM (Aisyah Nur Alifatin dan Zeinur Rofik).
Menutup sambutannya, Dr. Abdur Rohman berharap kepengurusan Ormawa yang baru mampu menghadirkan kepemimpinan Qur’ani yang berintegritas, profesional, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura dan masyarakat kampus secara luas.
Pelantikan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen spiritual dalam menjalankan amanah organisasi.

