Wajib Dihukum Mati!

Rasyiqi
By Rasyiqi
8 Min Read

jfID – Dalam mengelola negara yang benar harusnya ketujuh pilar negara di bangun bersamaan. Namun kita semua tahu, bahwa setiap pemimpin ada selera preference atau kecenderungan yang mereka sukai, ya, itu pilihan utama yang selalu mereka dulukan.

Kita menengok sejarah sebentar, pada saat pemerintahan Sukarno. Maka, pemerintahan di saat Indonesia yang masih muda, pilihan terbanyaknya adalah masalah perpolitikan.

Jadi 7 sendi bernegara, zaman pak Karno. Politik memakan porsi yang cukup besar, kemudian selera seni yang tinggi secara pribadi membawa Indonesia berbudaya.

Seniman mandapatkan tempat terhormat di zaman beliau. Busana kebaya citra bangsa, nasionalisme tinggi. Patung di setiap sudut ibukota menghiasi. Lukisan dan banyak lagi karya seni diangkat.

Lalu yang menjadi fokus presiden pertama juga menyatukan Papua dengan lobby-lobby internasional. Geopolitik luar negeri Indonesia di zaman beliau, terbaik!

Presiden kedua, pak Harto menggunakan tangan besi dimana pertahanan menjadi fokus terbesar, lalu keamanan, pangan, pertanian, nelayan adalah fokus pemerintahan beliau.

3 presiden setelahnya tidak sempurna waktunya, lalu ke pak SBY yang fokusnya ke Ekonomi. GDP per-capitanya tumbuh 400% di bawah pemerintahan beliau selama 10 tahun.

Di masa SBY, karena sedikit mendapatkan perhatian seperti ideologi negara mulai jebol, pertahanan dan keamanan mulai jebol, padahal beliau tentara, namun peristiwa terorisme, ideologi Timur Tengah yang menyetujui tumpah darah sesama anak bangsa, namun beda agama mulai marak dan didiamkan sehingga berpengaruh ke ideologi bernegara saat ini.

Sekarang kemana fokusnya saya serahkan ke sahabat semua yang menilai.  Apa yang paling bagus dan bertahan selama pemerintahan pak Jokowi anda yang menilai, apa yang buruk sahabat yang menilai.

Bagi saya, semua lini tergerus, 7 pilar bernegara tergerus perlahan. Awalnya fokus di perpolitikan, namun sekarang masalah melebar. Dan benar, dunia perpolitikan dalam 6 tahun ini “selesai” dengan dukungan mayoritas telak mendukung beliau, TELAK.

Ok, sekarang sepanjang cerita ini kemana arahnya?

Saya mau mengingatkan bahwa HANKAM di negara kita ini lemah sekali sekarang. Masalah kriminal, narkoba, intoleransi, konflik horisontal dan radikalisme sangat bermasalah.

Untuk itu saya membuka sebuah tabir kejahatan internasional yang lama terjadi. Namun, tidak ditangani dengan baik saat ini oleh pemerintah.

Saya mulai dari sebuah situs penjualan di Amazon menjadi perhatian dunia bulan Juni lalu. Awalnya tidak ada yang memperhatikan, namun ada kejanggalan karena ada sebuah toko online di situs Amazon yang menjual barang-barang di kamar anak.

Ada lemari pakaian, ada kasur, ada kursi, ada meja belajar, ada banyak lagi dekorasi kamar anak, kebanyakan anak wanita.

Di barang-barang tersebut bukan di sebut cupboard, credensa, chair saja, namun ada nama sherly chair, manuela cupboard, sarah bed, dan banyak lagi.

Lalu yang menjadi perhatian kejanggalannya adalah? Harganya yang di atas wajar.

11.000 dolar, 15.000 dolar dan macam-macam harga yang tinggi. Lalu yang mengejutkan walau situs itu baru 2 bulan ternyata jualan-nya laku, banyak. Puluhan transaksi terjadi.

Ini mengherankan?

Sampailah seorang wartawan dari sebuah majalah internasional terkenal yang secara tidak sengaja memperhatikan nama-nama tersebut yang ternyata nama-nama tersebut ada di dalam situs ANAK HILANG yang terkenal di seluruh dunia.

Ternyata toko tadi adalah toko jual beli anak dibawah umur, dimana, nama-nama tadi adalah nama anak hilang! Sebuah informasi kemudian terungkap yang terbanyak anak-anak tadi dijual untuk tindakan kekerasan sexual- phedophile!

Dunia geger dan membuat Amazon diserang dari berbagai penjuru dunia. Entah bagaimana kemudian toko tersebut men take down halamanya di Amazon dan menghilang namun interpol tidak tinggal diam.

Interpol Amerika, Perancis dan Rusia yang paling aktif mengejar, karena anak Eropa, Amerika dan Asia banyak yang diperjual belikan melalui jalur internasional dan ternyata, berujung di China!

Beberapa anak yang “terbeli” di data ternyata setelah di lakukan kegiatan yang amoral sexual di bawah umur, kemudian dibunuh.

Mengapa dibunuh? Secara empirik data yang di peroleh oleh wartawan tadi adalah ternyata setelah anak tersebut ketakutan, tersiksa mengeluarkan hormon adrenochrome semacam endorophin.

Hormon yang muncul di darah anak-anak  yang rata-rata di bawah 13 tahun tersebut di ambil dan kemudian di extract.

Dimana laboratoriumnya? Ya tepat sekali, negara yang di puja-puja investasinya di Indonesia yaitu Tiongkok!

Ada yang mengatakan hormon ini keluar ketika anak-anak ketakutan dan histeria, menghasilan adrenichrome, yang biasanya oleh penjahat kelamin itu di phedophile lalu disiksa.

Ini kegilaan, ini sadis dan ini inhuman, tidak manusiawi.

Hormon adrenochrome adalah obat awet muda yang banyak di butuhkan di dunia beauty center, kosmetik, yang semuanya di produksi di China, di jual di Alibaba dan di pakai di dunia entertaiment dan kecantikan dunia, Hollywood, Bollywood, dan kosmetik lainnya.

Jadi ada pasarnya, ada produsennya, dan ini adalah jaringan globalis cabal pengelolanya!

Baru yang nomor dua untuk donor organ. Sekali lagi ini gila, ini harus musnah dari muka bumi.

Sahabat, ketahuilah, ketika maraknya penculikan anak di Indonesia saya murka semurka murkanya karena pemerintah kurang perhatian dengan hal-hal seperti ini. karena ini pasti bagian dari globalis cabal yang merangsek masuk ke Indonesia!

Kalau saya jadi pemimpin saya pasti ambil tindakan cepat, penculik anak saya HUKUM MATI tembak di tempat TANDA SIDANG KALAU PERLU.

Perdagangan anak ketangkep, mati di tempat aja!

Sungguh, saya setuju dengan cara presiden Durerte mengelola HANKAM pertahanan dan keamanan di Filipina dalam urusan narkoba. Tembak mati bandar dan pengguna di tempat!

Jadi sebagai pengingat, fokus pejabat sekarang terlalu ekonomi!

Cara bernegaranya kurang holistik, kurang dalam hal HANKAM. Ini harus diingatkan, hal ini harus di teriakkan dengan keras! Narkoba, kriminal bersenjata, teroris yang membunuh sesama anak bangsa harusnya semuanya di HUKUM MATI.

Dan jangan lupa, KORUPTOR di hukum mati. Koruptor itu kejahatan subversi!

Kita malu dengan apa yang terjadi dengan koruptor di Indonesia. Kalau kita bandingkan :

Di Timur Tengah, di Saudi pencuri di POTONG tangannya, tetapi di Indonesia koruptor yang DI POTONG MASA TAHANANNYA.

Di Tiongkok koruptor di GANTUNG LEHERNYA, di Indonesia KORUPTOR yang di GANTUNG kasusnya.

Ya itulah fakta saat ini, ada baiknya pak, benahi semuanya sebelum ambyar karena masuk resesi semester dua tahun ini dan tahun depan tahun  2021 yang suram menjadi tambah parah bernegaranya.

Ngomong-ngmong, masih mau bertahan dengan team yang ada atau ganti gan? Atau nanti habis  laporan kenegaraan 17 Agustus-an resufflenya ya, ok di tunggu perubahan 100% nya terutama yang miring ke IMF itu loh pak. #peace.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

TAGGED:
Share This Article