Viral! Aksi Mesum di Kampus Surabaya: Dosen dan Mahasiswi? Ini Faktanya

Syafiqur Rahman
3 Min Read
Viral! Aksi Mesum di Kampus Surabaya: Dosen dan Mahasiswi? Ini Faktanya
Viral! Aksi Mesum di Kampus Surabaya: Dosen dan Mahasiswi? Ini Faktanya

jfid – Publik dikejutkan oleh sebuah video yang beredar di grup WhatsApp, memperlihatkan aksi mesum yang diduga terjadi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Video berdurasi 44 detik itu menampilkan sepasang muda-mudi melakukan tindakan tak senonoh di salah satu gedung kampus pada malam hari.

Dalam video tersebut, tampak seorang wanita berkerudung hitam dan mengenakan kemeja putih bersama seorang pria yang memakai sweater coklat muda.

Suasana menjadi semakin gaduh ketika terdengar suara dari rekaman video yang memberikan komentar dalam bahasa Jawa dengan logat khas Surabaya Timur.

“Woy iclik (mesum), woy ojok iclik (woi jangan mesum),” kata salah satu suara dalam video tersebut. Tak hanya itu, terdengar pula suara perempuan yang meneriakkan takbir “Allahu Akbar” di latar belakang. Di akhir video, terdengar celetukan yang mengajak pasangan tersebut untuk pindah ke hotel, “Woy, sarmutan ndek hotel (woi, ciuman di hotel).”

Klarifikasi Pihak Kampus

Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa aksi mesum tersebut melibatkan seorang dosen dan mahasiswi.

Namun, pihak UINSA segera merespons isu ini. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Uinsa, Abdul Muhid, membenarkan video mesum itu terjadi di kampusnya. Pelakunya adalah mahasiswa dan Mahasiswi Bukan Dosen.

“Saya pastikan keduanya adalah mahasiswa, bukan mahasiswa dan dosen,” ujar Abdul Muhid kepada jurnalis di Surabaya pada Jumat (17/5/2024), di kutip dalam liputan6.com.

Respon Netizen dan Tindakan Lanjutan

Setelah video tersebut viral, netizen membanjiri media sosial dengan berbagai komentar dan pertanyaan, meminta klarifikasi dari pihak kampus. Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat UINSA belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai tindakan disiplin yang akan diambil terhadap kedua mahasiswa tersebut.

Video ini mengundang perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Beberapa pihak mengkritik tindakan tersebut sebagai mencoreng nama baik institusi pendidikan, sementara yang lain menyerukan perlunya pembinaan moral yang lebih intensif di kalangan mahasiswa.

Kasus ini membuka diskusi yang lebih luas tentang perilaku mahasiswa di lingkungan kampus dan pentingnya menjaga etika serta moralitas. Bagaimana pun, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan bimbingan dalam membentuk karakter generasi muda yang lebih baik.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, penting bagi institusi pendidikan untuk segera mengambil langkah tegas dan transparan. Selain menjaga nama baik kampus, tindakan ini juga akan menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa lain.

Peristiwa ini juga menggarisbawahi kebutuhan akan pendidikan moral yang kuat dan pengawasan yang ketat dalam lingkungan akademis.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article