Turbulensi Maut Pesawat Singapore Airlines: Kronologi dan Dampaknya

unnie By unnie
2 Min Read
Turbulensi Maut Pesawat Singapore Airlines: Kronologi dan Dampaknya
Turbulensi Maut Pesawat Singapore Airlines: Kronologi dan Dampaknya

Jfid – Pada hari Selasa, sebuah penerbangan Singapore Airlines mengalami turbulensi ekstrem saat dalam perjalanan dari London ke Singapura, yang berakhir dengan pendaratan darurat di Bangkok.

Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Penerbangan SQ321 Singapore Airlines, yang terbang dari London menuju Bandara Singapura, mengalami turbulensi parah yang menyebabkan pesawat tersebut turun mendadak sejauh 1,8 ribu meter dalam waktu 3 menit.

Kejadian ini terjadi di atas Cekungan Irrawaddy di Myanmar, sekitar 10 jam setelah lepas landas dari Bandara Heathrow London.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa ada beberapa orang cedera dan satu orang meninggal dunia di dalam pesawat Boeing 777-300ER tersebut,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan di Facebook.

Insiden ini menarik perhatian global mengenai keselamatan penerbangan dan risiko turbulensi yang sering dianggap sepele oleh banyak penumpang.

Kisah para penumpang yang selamat dari turbulensi maut ini menjadi sorotan, dengan banyaknya cerita heroik dan solidaritas yang muncul di tengah kepanikan dan ketakutan.

Menurut laporan terbaru, satu orang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal dunia, diduga karena serangan jantung.

Tujuh orang mengalami luka kritis, beberapa di antaranya mengalami cedera di bagian kepala.

CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong, menyampaikan belasungkawa dan memohon maaf atas insiden tersebut, menjanjikan bantuan dan dukungan kepada semua yang terdampak.

Saat ini, penumpang yang selamat menunggu di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, untuk penerbangan bantuan ke Singapura.

Maskapai Singapore Airlines telah mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan tambahan yang diperlukan.

Peristiwa ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya keselamatan penerbangan dan prosedur yang harus diikuti selama kondisi darurat.

Share This Article