Terungkap! Wajah Asli Fredy Pratama Gembong Narkoba Terbesar di Indonesia

ZAJ
By ZAJ
3 Min Read

jfid – Fredy Pratama, sindikat narkoba terbesar di Indonesia, masih menjadi buronan polisi. Meski sudah menangkap 39 orang anggota jaringannya, polisi belum berhasil menangkap Fredy Pratama yang diduga bersembunyi di Thailand.

Wajah asli Fredy Pratama pun akhirnya terungkap dalam konferensi pers yang digelar oleh Bareskrim Polri pada Selasa (12/9/2023).

Dalam foto yang ditampilkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, Fredy Pratama terlihat berkulit putih, berambut hitam, bermata sipit, dan bertato di lengan kanannya.

Tertulis bahwa status Fredy Pratama adalah DPO (Daftar Pencarian Orang). Namun, Wahyu Widada mengatakan bahwa Fredy Pratama diduga telah melakukan operasi plastik untuk mengubah penampilannya.

“Yang bersangkutan (Fredy Pratama) ini mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia dari Thailand, dan daerah operasinya termasuk di Indonesia dan daerah Malaysia Timur,” ujar Wahyu Widada.

“Dalam mengoperasikan sindikat narkoba ini yang saya sampaikan tadi adalah sebuah organisasi sindikat yang rapi terstruktur dan diatur sedimikian rupa oleh Fredy Pratama,” tambahnya.

Wahyu Widada menjelaskan bahwa sindikat Fredy Pratama merupakan pengungkapan terbesar se-Indonesia.

Sejak tahun 2020-2023, polisi telah menyita 10,2 ton sabu, 116.346 ribu butir ekstasi, 13 unit kendaraan, 4 bangunan, dan sejumlah uang di ratusan rekening yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama.

Jumlah tersangka yang ditangkap dari 408 laporan polisi sejak tahun 2020-2023 mencapai 884 orang.

Salah satu tersangka yang ditangkap adalah AKP Andri Gustami, mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan. Andri Gustami diduga terlibat dalam pengiriman sabu seberat 1 ton dari Malaysia ke Lampung pada bulan Mei 2023.

Andri Gustami juga diduga menerima uang sebesar Rp 500 juta dari jaringan Fredy Pratama sebagai imbalan atas bantuannya.

Polisi masih terus memburu Fredy Pratama dan jaringannya yang masih berkeliaran. Polisi juga bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, dan US-DEA untuk mengungkap kasus ini.

Polisi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan melaporkan jika mengetahui keberadaan Fredy Pratama atau anggota jaringannya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat apabila ada informasi tentang keberadaan Fredy Pratama atau anggota jaringannya agar segera melapor ke polisi. Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran narkoba karena dampaknya sangat merugikan bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa,” tutur Wahyu Widada.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article