Sudah Tahu Lima Langkah Israel untuk Menaklukkan Palestina?

Rasyiqi
By Rasyiqi
4 Min Read
Bendera Palestina: Simbol Perjuangan Harapan Bangsa Dan Arti Sebuah Warna!
Bendera Palestina: Simbol Perjuangan Harapan Bangsa Dan Arti Sebuah Warna!

jfid – Israel adalah negara yang dikenal sebagai negara penjajah yang tidak menghormati hak-hak bangsa Palestina.

Selama puluhan tahun, Israel telah menerapkan berbagai strategi untuk menguasai wilayah Palestina dan menghapus identitasnya.

Berikut adalah lima langkah utama yang dilakukan Israel untuk menaklukkan Palestina:

Mengubah sejarah

Israel berusaha menghapus jejak sejarah Palestina dengan merampas tanah, sumber daya, dan situs-situs bersejarah milik bangsa Palestina.

Israel juga menciptakan narasi palsu yang mengklaim bahwa tanah Palestina adalah tanah warisan bangsa Yahudi, berdasarkan kitab suci dan janji Tuhan.

Israel mengabaikan fakta-fakta sejarah yang membuktikan bahwa bangsa Palestina telah hidup di tanah tersebut sebelum kedatangan bangsa Yahudi.

Mengubah agama

Israel berusaha mengubah agama dan keyakinan bangsa Palestina dengan melarang atau membatasi akses mereka ke tempat-tempat ibadah, seperti Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu tempat suci umat Islam.

Israel juga melakukan provokasi dan penyerangan terhadap umat Islam yang beribadah di masjid tersebut, serta merusak atau menghancurkan masjid-masjid lain di wilayah pendudukan.

Israel juga mencoba menanamkan ideologi Zionis di kalangan orang-orang Kristen Palestina, dengan menawarkan bantuan atau insentif kepada mereka yang mau mendukung Israel.

Menciptakan ketergantungan ekonomi

Israel berusaha menciptakan ketergantungan ekonomi bangsa Palestina dengan mengendalikan perdagangan, pergerakan, dan sumber daya mereka.

Israel membatasi impor dan ekspor barang-barang ke dan dari wilayah Palestina, serta memungut pajak dan bea cukai yang tinggi. Israel juga membatasi pergerakan orang-orang Palestina dengan membangun tembok pemisah, pos pemeriksaan, dan blokade.

Israel juga merampas sumber daya alam Palestina, seperti air, tanah, dan pertanian, serta menghambat pembangunan infrastruktur dan industri di wilayah Palestina.

Membuat selalu kacau (political instability)

Israel berusaha membuat selalu kacau di wilayah Palestina dengan melakukan serangan militer, pembunuhan, penangkapan, penggusuran, dan pembangunan permukiman ilegal.

Israel juga mendukung atau memicu konflik internal di antara kelompok-kelompok politik atau bersenjata Palestina, seperti Fatah dan Hamas. Israel juga menghalangi proses rekonsiliasi nasional dan pemilihan demokratis di wilayah Palestina.

Israel juga menolak atau menggagalkan upaya-upaya perdamaian internasional yang bertujuan mengakhiri pendudukan dan menciptakan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Mengendalikan media

Israel berusaha mengendalikan media dan informasi yang berkaitan dengan konflik Israel-Palestina dengan menggunakan propaganda, sensor, dan intimidasi.

Israel menyebarkan pesan-pesan yang membenarkan tindakan-tindakan brutalnya terhadap bangsa Palestina dan menyalahkan bangsa Palestina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas konflik tersebut.

Israel juga menyensor atau menghentikan media-media yang memberitakan fakta-fakta yang merugikan atau menentang kepentingan Israel. Israel juga mengintimidasi atau menyerang wartawan-wartawan lokal maupun internasional yang meliput situasi di wilayah Palestina.

Dengan menggunakan lima langkah tersebut, Israel telah berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah Palestina dan menjadikannya sebagai koloni atau bawahan Israel. Namun, bangsa Palestina tidak pernah menyerah atau putus asa dalam memperjuangkan hak-hak dan kemerdekaannya.

Bangsa Palestina terus berjuang dengan berbagai cara, baik melalui perlawanan bersenjata, protes sipil, diplomasi internasional, maupun gerakan solidaritas global. Bangsa Palestina terus berharap dan berdoa agar suatu hari nanti mereka dapat hidup dengan damai dan sejahtera di tanah air mereka sendiri.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article