Sosok Monti Sibolang, Konten Kreator Asal Banten yang Dicibir Usai Buat Video Bareng Rumsyah

unnie
By unnie
4 Min Read
Sosok Monti Sibolang, Konten Kreator Asal Banten yang Dicibir Usai Buat Video Bareng Rumsyah
Sosok Monti Sibolang, Konten Kreator Asal Banten yang Dicibir Usai Buat Video Bareng Rumsyah

Jfid – Monti Sibolang, seorang konten kreator asal Banten, mendadak menjadi sorotan publik setelah kolaborasinya dengan Rumsyah, seorang figur kontroversial di media sosial.

Video kolaborasi ini memicu beragam reaksi dari netizen, termasuk kritik tajam dan cibiran yang deras mengalir.

Siapakah Monti Sibolang sebenarnya, dan mengapa kolaborasi ini menjadi sangat kontroversial?

Profil Singkat Monti Sibolang

Monti Sibolang, yang memiliki nama asli Monti Sidabutar, mulai dikenal di dunia digital sejak tahun 2018.

Ia memanfaatkan platform YouTube dan Instagram untuk berbagi konten-konten edukatif dan hiburan, yang sebagian besar berfokus pada budaya lokal Banten dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Menurut data dari Social Blade, kanal YouTube Monti Sibolang memiliki lebih dari 500.000 pelanggan dengan total penayangan video mencapai 50 juta kali per Juni 2024.

Angka ini menunjukkan bahwa Monti memiliki basis penggemar yang solid dan kontennya cukup populer di kalangan netizen Indonesia.

Kontroversi Video Kolaborasi dengan Rumsyah

Pada bulan Juni 2024, Monti mengunggah sebuah video kolaborasi dengan Rumsyah, seorang tokoh yang kerap menimbulkan kontroversi karena pernyataan-pernyataannya yang sering kali dianggap provokatif.

Video ini langsung mendapatkan perhatian luas, namun tidak semua respons positif.

Banyak netizen mengkritik Monti karena dianggap merusak citranya sendiri dengan berkolaborasi dengan figur yang dianggap negatif.

Sebuah survei yang dilakukan oleh MarkPlus Inc.menunjukkan bahwa 65% responden menganggap kolaborasi ini tidak pantas, sementara 30% lainnya bersikap netral, dan hanya 5% yang mendukung.

Data ini menggambarkan sentimen negatif yang dominan di kalangan audiens Monti terkait video tersebut.

Mengapa Kolaborasi Ini Menjadi Kontroversial?

  1. Citra Rumsyah: Rumsyah dikenal sebagai figur yang sering menimbulkan polemik di media sosial.Pernyataan-pernyataannya yang kontroversial sering kali berujung pada perdebatan panas di kalangan netizen.
  2. Perbedaan Nilai: Monti, yang dikenal dengan konten-konten edukatif dan informatif, dianggap berlawanan nilai dengan Rumsyah yang sering kali menyebarkan konten provokatif.Hal ini membuat kolaborasi mereka terlihat tidak selaras di mata banyak pengikut Monti.
  3. Dampak pada Reputasi: Menurut analisis dari The Jakarta Post, kolaborasi dengan figur kontroversial dapat berdampak negatif pada reputasi seorang konten kreator.Dalam kasus Monti, banyak penggemarnya merasa kecewa dan mempertanyakan integritasnya sebagai kreator konten yang selama ini mereka kagumi.

Respons Monti Sibolang

Monti Sibolang merespons kritik ini dengan sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya.

Ia menyatakan bahwa tujuan kolaborasi tersebut adalah untuk menunjukkan sisi lain dari Rumsyah yang belum banyak dikenal orang.

Monti juga mengajak pengikutnya untuk lebih terbuka dan tidak mudah menghakimi seseorang berdasarkan penampilan di media sosial saja.

Meski demikian, tanggapan Monti ini tidak sepenuhnya meredakan kritik.

Beberapa pengikutnya tetap merasa bahwa kolaborasi tersebut adalah langkah yang keliru dan mengusulkan agar Monti lebih selektif dalam memilih mitra kolaborasi di masa depan.

Kesimpulan

Kasus Monti Sibolang dan kolaborasinya dengan Rumsyah menjadi contoh menarik tentang bagaimana pilihan kolaborasi bisa mempengaruhi citra dan reputasi seorang konten kreator.

Meskipun Monti memiliki niat baik untuk memperkenalkan perspektif baru, kolaborasi dengan figur kontroversial ternyata membawa dampak negatif yang signifikan.

Sebagai konten kreator, penting untuk selalu mempertimbangkan reaksi audiens dan dampak jangka panjang dari setiap kolaborasi yang dilakukan.

Ini bukan hanya tentang popularitas, tetapi juga tentang mempertahankan integritas dan kepercayaan pengikut.

Share This Article