Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

unnie
By unnie
4 Min Read
Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un
Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Jfid – Pada Rabu pagi, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Korea Utara, menandai kunjungan pertamanya ke negara tersebut dalam 24 tahun terakhir.

Sesaat setelah pendaratan sebelum fajar, TV Rusia menayangkan momen emosional: pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyambut Putin dalam kegelapan di atas karpet merah di Bandara Pyongyang.

Kedua pemimpin negara bersalaman dan berpelukan, menandakan hubungan yang erat antara dua negara.

Kunjungan ini memiliki makna strategis.Meskipun terjadi setelah pasukan Korea Utara dan Korea Selatan terlibat perselisihan di perbatasan, Putin dan Kim menunjukkan persahabatan yang tak terkalahkan.

Hubungan antara Moskwa dan Pyongyang telah berlangsung sejak Perang Dunia II, dan kunjungan ini menegaskan kembali kemitraan mereka.

Sebagai sekutu, Rusia dan Korea Utara memiliki sejarah yang kompleks.

Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 memicu isolasi internasional terhadap Putin, tetapi Korea Utara tetap mendukung operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Putin sendiri mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah Kim atas bantuan mereka dalam upaya perang .

Selama kunjungan ini, Putin dan Kim berbicara di bandara dan selama perjalanan dengan iring-iringan mobil.

Keduanya membuka pikiran mereka untuk lebih mengembangkan hubungan antara kedua negara.

KCNA melaporkan bahwa kemitraan Rusia-Korea Utara adalah “mesin untuk mempercepat pembangunan dunia multi-kutub baru”.

Kunjungan Putin ke Korea Utara menandai momen penting dalam diplomasi internasional dan menggarisbawahi pentingnya hubungan antara kedua negara.

Dalam suasana yang penuh nuansa dan emosi, Putin dan Kim Jong Un menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kerjasama dan persahabatan yang telah bertahan selama bertahun-tahun.

Latar Belakang Sejarah dan Signifikansi Kunjungan

Hubungan antara Rusia dan Korea Utara memiliki akar yang dalam.Sejak era Perang Dingin, Moskwa telah menjadi salah satu sekutu utama Pyongyang.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, hubungan tersebut mengalami pasang surut, tetapi tetap kuat di tengah perubahan geopolitik global.

Data menunjukkan bahwa hubungan ekonomi dan militer antara kedua negara terus berkembang meskipun ada sanksi internasional.

Dampak Geopolitik

Kunjungan ini juga memiliki implikasi luas di kancah geopolitik.

Mengingat situasi tegang di Semenanjung Korea dan tekanan dari negara-negara Barat terhadap Rusia, pertemuan ini dapat dilihat sebagai upaya untuk memperkuat aliansi dan mencari dukungan di tengah isolasi internasional yang semakin meningkat.

Menurut para ahli, aliansi yang kuat antara Rusia dan Korea Utara dapat mempengaruhi dinamika keamanan di Asia Timur dan lebih luas lagi.

Masa Depan Hubungan Rusia-Korea Utara

Melihat ke depan, kunjungan ini bisa menjadi pendorong bagi kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang.

Putin dan Kim diharapkan akan membahas kerjasama ekonomi, bantuan militer, dan proyek infrastruktur yang dapat menguntungkan kedua negara.

Beberapa analis juga mengindikasikan kemungkinan peningkatan perdagangan dan investasi di sektor energi dan teknologi antara kedua negara.

Kesimpulan

Kunjungan Vladimir Putin ke Korea Utara adalah momen bersejarah yang menyoroti pentingnya hubungan antara Moskwa dan Pyongyang.

Di tengah tantangan global dan isolasi internasional, kedua pemimpin menunjukkan solidaritas dan komitmen untuk memperkuat kemitraan mereka.

Ini tidak hanya menegaskan kembali aliansi mereka tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi masa depan yang lebih erat dan strategis.

Share This Article