Praktisi Pendidikan Nilai Pembelajaran Daring tak Maksimal

Rasyiqi
By Rasyiqi
4 Min Read

jfID – Pandemi Virus Corona atau yang disebut Covid-19 yang menyerang seluruh dunia, membawa dampak negatif pada banyak lini, termasuk dunia Pendidikan.

Dampak dari pandemi tersebut, dunia Pendidikan terpaksa harus di rumahkan, dengan cara belajar dari rumah masing-masing demi mencegah penyebaran Covid-19.

Tentunya, hal ini menuai kritikan dari salah satu dosen Pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Bangkalan.

Dalam hal ini Bagus Tri Handoko, Dosen Bahasa Indonesia mengatakan, dia mengaku bahwa kurikulum saat ini harus diakui belum siap dalam menghadapi pandemi ini, menurutnya sistem pembelajaran daring ini dianggap terpaksa karena memang tidak semua lini siap.

“Aturan pemerintah pusat tidak serta merta bisa di implementasikan di semua lini khususnya di daerah, misalnya saya ambil contoh fasilitas jaringan internet apakah merata diseluruh indonesia banyak siswa mengeluh atau orang tua siswa yang mengeluh misalnya,” ucapnya saat ditemui di kampus STKIP, Jumat (5/6/2020).

Bagus sapaan lekatnya mengaku, Tentu dengan sistem yang sekarang ini yang biasanya sistem tatap muka kini menjadi sistem secara daring, ini kan perlu dipertanyakan perihal keefektifannya.

“Saya ingin berpendapat secara bijak, memang terlepas dari kondisi yang seperti ini kita memang harus mempersiapkan diri untuk menghadapi permasalahan-permasalahan seperti ini di masa yang akan datang,” ujar dia.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Humas STKIP Bangkalan itu mengungkapkan, baginya kondisi ini memang sedikit kompleks, pembelajaran daring tidak hanya membutuhkan kemampuan teknologi dan informasi dari sisi siswanya saja, begitupun dengan gurunya juga ada.

“Tidak semua guru memahami metode atau media pembelajaran secara daring atau virtual. Akhirnya pembelajaran daring yang saat ini, seperti memindahkan tugas yang seharusnya dari sekolah ke rumah, padahal esensinya tidak seperti itu,” ucapnya.

“Esensi dari pembelajaran daring ini adalah bagaimana sistem belajar mengajar yang awalnya disampaikan di kelas, guru menyampaikan materi ke siswa yang dilakukan di kelas itu dipindahkan secara virtual,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, kata Bagus kalau memahami definisi belajar itu, dari tidak tahu menjadi tahu, hal ini menjadi masalah kalau kemudian pembelajarannya secara daring lalu tidak ada pembelajaran yang didapatkan akan menjadi masalah.

“Makanya kalau saya berharap bahwa kita semua harus sama-sama siap, memang kondisi ini adalah kondisi yang tidak siap, pandemi datang dan kurikulum kita tidak siap yang harusnya dipersiapkan secara virtual atau daring,” terangnya.

“Oleh karenanya mari kita sama-sama harus saling memperbaiki, pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus diperbaiki tidak serta merta memberikan tugas tapi penyampaian materi sesuai dengan kompetensi dasar sesuai dengan indikator dan sesuai dengan apa yang kita tuju tetap harus dilakukan. Sehingga tidak ada yang namanya siswa mengeluh orang tua mengeluh PR terlalu banyak dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Laporan: Imam Faiq

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article