Perjuangan Damai di Tengah Badai Konflik Israel-Hamas

Noer Huda
3 Min Read
Perdamaian Palsu? Implikasi Normalisasi Arab Israel Bagi Palestina
Perdamaian Palsu? Implikasi Normalisasi Arab Israel Bagi Palestina

jfid – Konflik Israel dan Hamas di Gaza telah mencapai titik kritis yang mengguncang dunia internasional. Pertukaran tuduhan tajam antara Israel dan negara-negara Arab di Majelis Umum PBB mencerminkan kerumitan situasi ini.

Dalam dua pekan terakhir, empat resolusi yang diusulkan untuk menyelesaikan konflik tersebut telah gagal mendapat dukungan atau terhenti oleh veto.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, bersuara atas nama 22 negara Arab, menuding Israel menjadikan Gaza sebagai neraka abadi di bumi.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menekankan urgensi sikap dari Majelis Umum PBB terhadap perang ini.

Namun, di tengah-tengah tuduhan dan tekanan, Yordania mengedarkan rancangan resolusi yang fokus pada aspek kemanusiaan.

Rancangan tersebut menyerukan gencatan senjata segera dan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Jalur Gaza.

Pada tanggal 7 Oktober, Israel melancarkan serangkaian pengeboman tanpa henti sebagai balasan atas serangan Hamas yang diklaim oleh pejabat Israel telah menewaskan 1.400 orang dan menculik lebih dari 200 orang.

Menurut Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 7.000 orang. Diperkirakan jumlah korban akan terus meningkat jika pasukan Israel memasuki wilayah Palestina.

Majelis Umum PBB akhirnya mengesahkan resolusi yang menyerukan jeda kemanusiaan segera antara Israel dan Hamas. Resolusi ini mendesak akses bantuan ke Jalur Gaza serta perlindungan terhadap warga sipil.

Namun, Israel menolak resolusi tersebut. Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, menyebutnya sebagai hari kelam bagi PBB dan umat manusia. Israel bersumpah menggunakan segala cara untuk memerangi Hamas.

Situasi yang rumit dan sulit ini menuntut solusi damai demi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Keterlibatan semua pihak, dialog terbuka, dan kerjasama internasional adalah kunci untuk mengakhiri konflik ini.

Masyarakat internasional harus bersatu, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, dan mendukung upaya-upaya mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Damai bukan hanya impian, tetapi sebuah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa, memulihkan kestabilan, dan mewujudkan perdamaian yang abadi di kawasan ini.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email [email protected]

Share This Article