Pemukulan Wartawan Berbuntut Panjang, DPW MOI NTB Terjunkan Empat Lawyers

M. Rizwan
2 Min Read

jfID – Berbuntut panjang, Empat Lawyers dampingi Kasus pemukulan salah seorang wartawan Media Online Getnews bernama Ahmad Sahib, warga Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat.

“ini masalah serius, untuk itu kami menyiapkan empat (4) lawyers untuk mendampingi korban melapor ke Polres Lombok Barat,” kata Amrin, Ketua DPW MOI NTB.

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Media Online Indonesia Provinsi NTB (DPW MOI NTB) menerjunkan 4 lawyers tersebut untuk mendampingi korban untuk melakukan pelaporan ke Polres Lombok Barat.

“kami sangat mengutuk aksi tak terpuji oknum Kadus tersebut, kalau ada kekeliruan dan ketidakakuratan fakta, yang merugikan nama baiknya kepada pers yang mempublikasikan harusnya tinggal meminta hak jawab atau klarifikiasi, bukan dengan cara premanisme,” tegas Amrin, Ketua DPW MOI NTB.

Ke empat lawyers yang akan mendampingi korban adalah Fuad, SH, Nur Rahman Luky Wibowo, SH, Muhanan, SH, dan Didit Setiawan, SH.

“beliau berempat ini akan mendampingi korban sampai kasus ini selesai,” pungkas Amrin.

Seperti diketahui, Nasip naas yang menimpa Ahmad Sahib lantaran ia menulis berita di Media Online Getnews.id (11/5), berjudul “papuq Kalsum, menunggu uluran tangan pemerintah” berimbas terhadap pemukulan dirinya oleh seorang Kepala Dusun Karang Bedil Utara berinisial MN, Wilayah Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Dalam berite tersebut, memuat cerita hidup seorang nenek tua renta asal Dusun Karang Bedil Utara yang kehidupannya dibawah garis kemiskinan.

Dalam berita tersebut ditulis bahwa si nenek itu jarang mendapat bantuan sosial dari Pemerintah terutama disinyalir minim perhatian dari Pemerintah setempat.

Laman berita Online yang di share ke beberapa akun medsos warga sontak viral dan menuai protes dan tanggapan komentar dari para netizen.

Diduga tak terima dengan pemberitaan itu, oknum Kadus MN mendatangi rumah korban dan melayangkan bokem mentah ke arah wajah Ahmad Sahib. Akibat hantaman ini, tulang hidung Ahmad Sahib retak dan bersimbah darah.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article