Nomenklatur Kemenangan, 2024 Ganti Bupati Sumenep

Deni Puja Pranata
3 Min Read

jfid – Di hari yang Fitri, masyarakat merayakan kemenangan dengan saling bermaaf-maafan. Di satu sisi ada seruan 2024 ganti Bupati Sumenep, seperti nomenklatur Kemenangan bagi orang-orang yang merindukan antitesa kepemimpinan Achmad Fauzi.

Satu tahun dua bulan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah memimpin kabupaten Sumenep. Entah, alasan apa yang menjadi seruan 2024 ganti Bupati Sumenep. Selama ini, Bupati Achmad Fauzi banyak ditulis dan dicitrakan oleh berbagai media sebagai orang yang dermawan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi sering tampil di berbagai media dengan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa. Dan saya tidak sedang menuduh, jika itu sebagai ekploitasi pencitraan.

Dari berbagai sumber informasi, kedermawanan Achmad Fauzi tidak hanya pada anak yatim dan kaum dhuafa. Tapi, pada semua orang, Achmad Fauzi sering berbagi (pada orang-orang yang ia tak kenal). Sebagaimana saat kegiatan Terawih, amplop bergambar Achmad Fauzi dan Said Abdullah sering dibagikan setiap menjelang hari raya.

Mungkin, kedermawanan Achmad Fauzi digilas oleh persoalan banjir yang menggenang di wilayah dataran rendah kota Sumenep. Sejarah mencatat, 5 tahun menjadi wakil bupati dan 1 tahun 2 bulan menjabat Bupati, persoalan banjir tak teratasi.

Jika 2024 ganti Bupati Sumenep, lantas siapa sosok yang layak dan bisa menandingi Achmad Fauzi yang notabene incumbent? Dewi Khalifah kah? Hairul Anwar kah? Atau menunggu Fattah Jasin berlabuh di Pamekasan (Wakil Bupati Pamekasan)?

Sebagaimana yang sering saya ucapkan, Achmad Fauzi seperti Roy Jones (Petinju muda Inggris) hook dan jepnya sulit dibaca lawan dan mematikan. Namun, dalam sejarah tinju, sehebat apapun dia, pasti mengalami rasa sakit dan kekalahan. Begitupula politisi, sekarang menang dan berkuasa, esok akan mengalami kegetiran saat kehilangan kekuasaan.

Izinkan sejenak saya menjadi dukun politik di perhelatan Pilkada 2024. Kemenangan Achmad Fauzi (PDIP) ditentukan oleh hasil Pilpres 2024. Jika PDIP kembali menduduki RI 1 atau RI 2. Itu sangat mempengaruhi hasil pilkada Sumenep 2024. Artinya, bukan hal yang tidak mungkin Achmad Fauzi tergusur di Pilkada 2024. Sungguh, dalam perihal politik, tidak ada sesuatu yang mustahil.

Tidak menutup kemungkinan, jika suatu saat, pesawat yang dinahkodai Achmad Fauzi, bisa terbajak oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan keadilan.

Kenapa hal demikian saya utarakan?Berbagai kemungkinan-kemungkinan politik pun berhasil diterobos Achmad Fauzi. Sebagaimana dirinya mendobrak mitos, “jika Bupati Sumenep harus Kyai”, mengalahkan mitos “wakil bupati tak pernah jadi bupati”. Dan menghancurkan tatanan kekuatan PKB yang memiliki 10 kursi di Parlemen (Mengalahkan Cabup yang diusung PKB di Pilkada 2020).

Di masa pemulihan ekonomi pasca pandemi, sungguh sulit menjaga kepercayaan publik. Artinya, arus keinginan publik tentang pemimpin, cendrung berubah-ubah dan memiliki sifat yang dinamis. Hari ini Achmad Fauzi, esok bisa Hairul Anwar, hari ini Dewi Khalifah, esok bisa Kyai Ali Fikri.

Share This Article