Menuju New Normal, Pemdes dan Warga Desa Jeringo Hadirkan Naja

M. Rizwan
2 Min Read

jfID – Sebagai langkah mendukung program pemerintah dalam mengimplementasikan New Normal, Sahril, Kepala Desa Jeringo beserta warga Desa setempat menghadirkan Hafiz Cilik (red. Naja) beserta kedua orangtuanya bertempat di Masjid Fathurrahman, Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Senin, 8 Juni 2020.

“kami hadirkan untuk memberikan spirit, inspirasi dan motivasi bagaimana kiat Naja dalam melakukan hafalan maupun terjemahan yang begitu significant diluar kemampuan anak normal biasanya,” terang Sahril, Kepala Desa Jeringo.

Lebih lanjut, Sahril menyampaikan bahwa kehadiran Naja ditengah warganya merupakan trauma healing religi warga Desa setempat untuk menghadapi pandemic Global Covid 19.

Sahril berkeyakinan bahwa kegiatan tersebut bisa meningkatkan “imanitas dan imunitas” warganya, sehingga kegiatan tersebut diapresiasi oleh warga setempat.

Selain itu, hadirnya Naja membuat masyarakat bisa bersilaturrahmi dan menguji kemampuan Naja dalam menghafal dan mentarjamah ayat- ayat suci Al-Qur’an, sekaligus mempertanyakan kepada orang tua Naja kiat-kiat mendidik Naja mulai dalam kandungan sampai Naja bisa menghafal Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Sahril, Kepala Desa Jeringo lantas menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut karena Naja sudah memenuhi undangan warganya.

“Kehadiran Naja sangat menginspirasi warga kami, yang mana masyarakat kami ingin membuat kampung tahfiz, ini juga yang membuat warga sangat antusias menyambut kehadirannya,” terang Sahril.

Diterangkan, kehadiran Naja ditengah warga Desa Jeringo dalam kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan shalawat ketika Naja memasuki Masjid Fathurrahman. Kemudian diakhiri dengan Shalat berjamaah.

Setelah itu, Naja menyempatkan diri berkunjung ke Pondok Khusus Putri Al- Sukri di Dusun Jeringo Limbungan, dan terakhir bersilaturrahmi
ke rumah Kepala Desa Jeringo sembari disuguhkan dengan “bakso Kades 1 Milyar”, yang menjadi branding usaha bakso Kepala Desa Jeringo yang sempat viral sebelum pandemic Covid 19 paska gempa kala itu.

Share This Article