Kordum GERAM NTB “Lalu Hizzy” Pastikan Pihak AP I Tak Berani Gantikan Nama LIA ke BIZAM

Rasyiqi By Rasyiqi - Writer, Digital Marketer
3 Min Read

jf.id – Koordinator Umum (Kordum) Gerakan Rakyat Menolak Pergantian Nama Bandara (GERAM NTB), Lalu Hizzy akan menggelar aksi menolak pergantian nama Bandara LIA ke BIZAM, pasca diputuskan oleh DPRD Provinsi NTB melalui Rapat Paripurna beberapa hari yang lalu prihal perubahan nama Bandara tersebut. Minggu, 02/02/2020.

Hasil rapat paripurna DPRD Provinsi NTB terkait dukungan terhadap perubahan nama Bandara tersebut, ditegaskannya tidak mempunyai pengaruh dan nilai apapun terhadap pelaksanaan SK Kemehub No. 1421 tersebut.

“saya anggap lucu, ya lucu saja,. SK yang sudah usang kok dilakukan pembaharuan melalui rapat paripurna DPRD Provinsi NTB, ha ha, ada-ada saja, “seloroh Lalu Hizzy, Kordum GERAM NTB saat diminta keterangannya terkait aksi yang akan dilaksanakan besok pagi, Senin, 03/02/2020.

Penolakan GERAM terhadap pergantian nama Bandara menurut Lalu Hizzy diungkapkan bahwa nama LIA atau BIL sudah merepresentasikan semua golongan masyarakat.

“nama LIA atau BIL sudah mewakili semua golongan, jadi sudah representative bukan mewakili golongan tertentu, dan secara politis nama BIZAM akan menguntungkan golongan tertentu,” tandas Lalu Hizzy.

Lalu Hizzy pastikan bahwa Pihak Angkasa Pura (AP) I tidak akan berani mengambil keputusan untuk mengganti nama LIA ke BIZAM jika polemik di tengah masyarakat terkhusus masyarakat Kab. Lombok Tengah masih terjadi.

“maka hanya ada satu jalan yaitu rekonstruksi pengusulan nama Bandara dari awal, atau pihak AP I tidak mau repot, tetapkan saja nama Bandar International Lombok (BIL) atau Lombok International AirPort (LIA),” tutup Lalu Hizzy.

Terkait dengan aksi GERAM NTB besok pagi, merupakan bukti soliditas dan eksistensi GERAM NTB bahwa gelombang penolakan dari masyarakat Kab. Lombok Tengah masih terjadi.

Selain itu, Aksi yang akan di gelar besok pagi ini, dikatakan Lalu Hizzy untuk menepis issu perubahan nama Bandara adalah bukan keinginan pribadi dari Bupati Lombok Tengah, akan tetapi keinginan warga masyarakat Kab. Lombok Tengah pada umumnya.

“aksi ini untuk menepis issu bahwa penolakan pergantian nama Bandara bukan semata-mata keinginan Bupati Lombok Tengah, tetapi pergantian tersebut memang tidak dikehendaki warga Lombok Tengah dan NTB secara menyeluruh,” ungkap Lalu Hizzy.

Laporan: M Rizwan

Share This Article