Penyakit ISPA di Bangkalan Capai 4.929 Kasus, Balita Rentan Terpapar

Rasyiqi
By Rasyiqi
2 Min Read

jfID – Beragam penyakit tahunan wajib diwaspadai oleh masyarakat kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Diantaranya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Berdasarkan data yang dihimpun Jurnalfaktual.id dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Bangkalan menyebutkan, terhitung sejak Januari- Mei 2020, masyarakat Bangkalan yang terjangkit ISPA sebanyak 4.929 kasus.

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan data tahun 2019, sebanyak 3.578 kasus, terhitung sejak bulan Januari- Mei, mengalami peningkatan sebanyak 1.351 kasus.

Kepala Dinas kesehatan melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bangkalan, Maryamah mengungkapkan, penyakit ISPA perlu perhatian dan pencegahan, karena memiliki dampak terhadap saluran pernafasan terutama bagi anak usia dini atau balita.

“Penyakit ISPA tersebut lebih rentan kepada anak usia dini atau balita,” ujar dia kepada jurnalfaktual.id saat ditemui diruang kerjanya. Kamis (25/6/2020).

Kata Maryamah, gejala dari penyakit tersebut (ISPA) berawal dari batuk, kemudian pilek, lalu kalau sudah parah bisa sesak nafas.
Lebih lanjut, Ia mengajak warga agar dapat selalu waspada terhadap kemungkinan munculnya serangan kedua jenis penyakit tersebut.

Adapun langkah kewaspadaan yang bisa dilakukan oleh warga, sambung dia, yaitu menjaga sanitasi lingkungan rumah dan sekitar. Misalnya rajin membersihkan debu di dalam rumah dan di sekitar lingkungan.

Kemudian, tidak makan atau membeli jajanan disembarang tempat, apalagi di lingkungan yang berdebu. Disamping itu langkah lainnya yang dinilai tak kalah penting adalah warga diimbau agar dapat selalu menjaga kesehatan dirinya masing-masing.

“Jika mendapat serangan penyakit agar secepatnya datang berobat ke Puskesmas atau petugas kesehatan terdekat,” sarannya.

“Intinya masyarakat tetap waspada menghadapi peralihan musim ini,” imbuhnya mengakhiri pembicaraan.

Laporan: Imam Faiq
Editor: Syahril

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article