Hotel Tiongkok Tolak Turis Asing, Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Citra Internasional!

Lukman Sanjaya By Lukman Sanjaya
5 Min Read

jfid – Saat membayangkan liburan yang ideal, banyak wisatawan mungkin memikirkan kunjungan ke negeri yang penuh sejarah dan budaya seperti Tiongkok.

Namun, belakangan ini, para turis asing harus menghadapi kenyataan pahit: hotel-hotel di Tiongkok menolak mereka.

Kebijakan ini bukan hanya membuat frustrasi wisatawan, tetapi juga menimbulkan masalah besar bagi pemerintah Tiongkok yang sedang berjuang untuk memperbaiki citra internasionalnya pasca pandemi COVID-19.

Sebuah Kebijakan yang Kontradiktif

Dalam beberapa bulan terakhir, laporan demi laporan mengemuka tentang hotel-hotel di berbagai kota di Tiongkok yang menolak menerima tamu asing.

Alasan resmi yang sering dikemukakan adalah masalah kepatuhan terhadap aturan kesehatan dan keselamatan yang ketat.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa alasan ini tidak selalu konsisten dengan tindakan yang diambil.

Banyak hotel yang memberikan alasan tidak jelas atau bahkan terang-terangan menolak tanpa penjelasan lebih lanjut.

Tindakan ini berlawanan dengan upaya pemerintah Tiongkok yang selama ini berusaha memulihkan sektor pariwisata yang terdampak parah oleh pandemi.

Seperti dikutip dari laporan detikTravel, pemerintah menghadapi tekanan besar untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah ini.

Di satu sisi, mereka berusaha membuka kembali pariwisata internasional, namun di sisi lain, kebijakan di lapangan justru menghambat tujuan tersebut.

Implikasi Ekonomi dan Sosial

Penolakan terhadap turis asing ini membawa dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Sebelum pandemi, pariwisata adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Tiongkok. Menurut data dari World Travel & Tourism Council, sektor pariwisata menyumbang sekitar 11% dari total PDB Tiongkok pada 2019. Dengan menurunnya jumlah turis asing yang datang, banyak bisnis yang bergantung pada pariwisata mengalami kerugian besar.

Dampak sosial juga tidak bisa diabaikan. Ketika turis asing merasa tidak diterima, ini menciptakan citra negatif tentang keramahan dan keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar. Ini bisa mempengaruhi hubungan internasional dan memperburuk persepsi global terhadap negara tersebut. Seorang wisatawan asal Jerman yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya, “Saya merasa seperti orang asing di tempat yang seharusnya menyambut saya dengan tangan terbuka. Ini sangat mengecewakan dan membuat saya ragu untuk kembali.”

Pemerintah dalam Kebingungan

Pemerintah Tiongkok kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, mereka harus menunjukkan komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan publik. Di sisi lain, mereka harus memastikan bahwa kebijakan ini tidak kontraproduktif terhadap upaya pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata. Hal ini menciptakan dilema yang tidak mudah dipecahkan.

Beberapa ahli berpendapat bahwa langkah ini mungkin juga dipengaruhi oleh kebijakan dalam negeri yang lebih luas. Sebagai contoh, beberapa kebijakan keamanan nasional yang ketat bisa saja diterapkan dengan cara yang tidak terkoordinasi dengan baik di tingkat lokal. Akibatnya, hotel-hotel mungkin merasa lebih aman untuk menolak tamu asing daripada mengambil risiko melanggar aturan yang belum sepenuhnya mereka pahami.

Solusi dan Jalan Keluar

Untuk keluar dari masalah ini, diperlukan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan transparan dari pemerintah Tiongkok.

Edukasi dan pelatihan yang lebih baik bagi pengelola hotel tentang kebijakan kesehatan dan keselamatan yang harus diikuti bisa menjadi langkah awal.

Selain itu, pemerintah juga harus memberikan panduan yang jelas dan tegas tentang bagaimana menghadapi tamu asing tanpa menimbulkan diskriminasi atau kebingungan.

Pemerintah juga bisa mempertimbangkan untuk memperkenalkan insentif bagi hotel-hotel yang mematuhi protokol kesehatan sambil tetap menerima tamu asing.

Ini bisa menjadi cara untuk mendorong lebih banyak hotel agar membuka pintunya kembali bagi wisatawan internasional tanpa rasa takut.

Masalah penolakan turis asing oleh hotel-hotel di Tiongkok adalah cerminan dari tantangan yang lebih besar yang dihadapi negara ini dalam menyeimbangkan antara keamanan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Dengan tindakan yang tepat dan koordinasi yang lebih baik, Tiongkok masih memiliki peluang untuk memperbaiki citranya dan kembali menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Namun, jika masalah ini tidak segera ditangani, dampaknya bisa semakin parah, baik bagi ekonomi lokal maupun reputasi internasional Tiongkok.

Sebagaimana kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

” Pemerintah Tiongkok kini perlu menunjukkan kemauan yang kuat untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini dan membuktikan kepada dunia bahwa mereka siap menyambut kembali turis asing dengan tangan terbuka.

Share This Article