Gibran-Prabowo Pimpin Polling, Anies-Ganjar Keteteran! Ini Faktanya!

Noer Huda
2 Min Read
Kampanye Pilpres 2024: Ini yang Dilakukan Tiga Paslon di Hari ke-33
Kampanye Pilpres 2024: Ini yang Dilakukan Tiga Paslon di Hari ke-33

jfid – Debat capres ketiga yang digelar pada Minggu (7/1/2024) telah menjadi sorotan publik.

Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, saling beradu argumen mengenai isu-isu hubungan internasional, pertahanan, keamanan, dan geopolitik.

Bagaimana pengaruh debat ini terhadap elektabilitas masing-masing paslon? Berdasarkan beberapa hasil survei yang dirilis sebelum dan sesudah debat, tampak bahwa Prabowo-Gibran masih memimpin dengan angka di kisaran 40 persen.

Sementara itu, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud bersaing ketat untuk merebut posisi kedua dengan angka di kisaran 20 persen.

Salah satu pengamat politik, Denny JA, memberikan analisisnya seputar elektabilitas capres setelah debat ketiga.

Ia mengatakan bahwa Prabowo-Gibran hanya membutuhkan tambahan 7 persen suara untuk menang satu putaran.

Namun, jika gagal, maka tiket kedua yang akan melaju ke putaran kedua akan diperebutkan oleh Anies-Muhaimin atau Ganjar-Mahfud.

Ia menambahkan bahwa baik Anies maupun Ganjar, mereka membutuhkan dukungan tambahan 8 persen sampai 10 persen lagi untuk lolos ke putaran kedua.

Denny JA juga menyoroti variabel-variabel lain yang membentuk elektabilitas individual, seperti tingkat keterkenalan, tingkat ketersukaan, dan tingkat keterpilihan.

Ia mengatakan bahwa Prabowo sudah masuk dalam kategori premium, yaitu dikenal di atas 95 persen dan disukai di atas 80 persen.

Kategori ini hanya pernah dicapai oleh SBY di tahun 2009 dan Jokowi di tahun 2018.

Sementara itu, Anies dan Ganjar masih berada di bawah 95 persen untuk tingkat keterkenalan dan di bawah 75 persen untuk tingkat ketersukaan.

Untuk tingkat keterpilihan, Prabowo masih unggul dengan angka di atas 30 persen, sedangkan Anies dan Ganjar berada di bawah 25 persen.

Denny JA juga mengungkapkan bahwa debat capres tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan pilihan pemilih.

Ia mengatakan bahwa hanya sekitar 15 persen pemilih yang menonton debat secara penuh, dan hanya sekitar 3 persen yang mengubah pilihannya setelah menonton debat.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article