Dokter Tirta Ungkap Alasan Mengejutkan Pindah Agama: Apa yang Mendorong Keputusannya?

Ummu Alvina By Ummu Alvina
5 Min Read
Dokter Tirta Ungkap Alasan Mengejutkan Pindah Agama: Apa yang Mendorong Keputusannya?
Dokter Tirta Ungkap Alasan Mengejutkan Pindah Agama: Apa yang Mendorong Keputusannya?

jfid – Dokter Tirta Mandira Hudhi, yang dikenal luas sebagai Dokter Tirta, mengejutkan publik dengan keputusannya untuk memeluk agama Islam.

Keputusan ini tidak hanya menggemparkan pengikutnya di media sosial, tetapi juga menimbulkan banyak pertanyaan mengenai alasan di balik perubahannya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dan melalui platform YouTube Konklusion, Dokter Tirta membuka diri tentang perjalanan spiritualnya yang panjang dan mendalam.

Kisah Perjalanan Menuju Mualaf

Dokter Tirta, yang memiliki pengikut lebih dari satu juta orang di Instagram, lahir dari keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda.

Ayahnya adalah seorang Muslim keturunan Jawa, sementara ibunya berasal dari keturunan Tionghoa yang memeluk agama Kristen.

Perbedaan keyakinan ini menjadi latar belakang kompleks dalam hidupnya, di mana ia harus menavigasi dua dunia spiritual yang berbeda.

“Dari kecil, saya sudah terbiasa dengan keberagaman agama di rumah. Ayah saya seorang Muslim yang taat, sedangkan ibu saya beribadah di gereja setiap minggu.

Hal ini menumbuhkan rasa hormat dan toleransi dalam diri saya terhadap berbagai keyakinan,” ungkap Dokter Tirta.

Pengalaman Ayah yang Mendorong Perubahan

Namun, ada satu momen yang menjadi titik balik dalam hidup Dokter Tirta.

Ia mengungkap bahwa pengalaman ayahnya yang merasa gagal sebagai orang tua menjadi dorongan utama bagi dirinya untuk merenungi kembali keyakinan spiritualnya.

Dalam salah satu ceramah agama yang didengarnya, disebutkan bahwa seorang ayah Muslim yang memiliki anak non-Muslim dianggap gagal mendidik anak dalam agama.

“Ayah saya pernah menangis di depan saya dan berkata bahwa ia merasa gagal sebagai orang tua karena saya belum memeluk Islam. Kata-kata itu menghantui saya dan membuat saya berpikir keras. Saya merasa ada sesuatu yang harus saya lakukan untuk menghapus kesedihan ayah,” cerita Dokter Tirta dengan mata berkaca-kaca.

Pesan yang Mendorong Perubahan

Pesan yang didengarnya ini membuat Dokter Tirta mengalami ketakutan dan kegelisahan yang mendalam.

Ia mulai mencari tahu lebih banyak tentang Islam, membaca Al-Quran, dan berdiskusi dengan beberapa ustaz untuk memahami lebih dalam tentang ajaran agama Islam.

Proses ini bukanlah sesuatu yang instan, tetapi membutuhkan waktu dan pemikiran yang mendalam.

“Saya membaca sebuah pesan yang mengatakan bahwa seorang ayah yang Muslim dan memiliki anak non-Muslim akan merasa gagal.

Ketakutan ini mendorong saya untuk mencari tahu lebih dalam dan akhirnya menemukan ketenangan dalam Islam,” lanjutnya.

Proses Panjang Mengenal Agama Islam

Dokter Tirta mengungkap bahwa perjalanannya untuk menjadi mualaf bukanlah perjalanan yang singkat.

Ia telah mempelajari Islam selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dalam prosesnya, ia menemukan banyak hal yang membuatnya yakin bahwa Islam adalah jalan yang benar baginya.

“Saya mengikuti banyak kajian, berdiskusi dengan ulama, dan membaca banyak literatur tentang Islam. Semua ini membantu saya memahami bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan kasih sayang,” jelas Dokter Tirta.

Usia dan Profil

Dokter Tirta yang kini berusia 32 tahun, adalah seorang dokter muda yang terkenal di media sosial dengan nama pengguna @dr.tirta.

Ia sering membagikan konten edukatif mengenai kesehatan dan gaya hidup sehat, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Pada tanggal 3 April 2024, melalui sebuah video di YouTube Konklusion, ia membagikan kisahnya tentang perjalanan spiritual yang panjang ini.

Reaksi Publik dan Keluarga

Keputusan Dokter Tirta untuk pindah agama mendapatkan berbagai reaksi dari publik.

Banyak pengikutnya yang memberikan dukungan dan doa, namun tidak sedikit juga yang mempertanyakan keputusannya. Keluarganya, terutama sang ayah, sangat mendukung langkah ini.

“Ayah saya sangat bahagia dan bangga dengan keputusan saya. Beliau merasa bahwa akhirnya saya menemukan jalan yang benar. Ini adalah momen yang sangat emosional bagi kami berdua,” kata Dokter Tirta.

Keputusan Dokter Tirta untuk menjadi mualaf menandai sebuah babak baru dalam hidupnya, yang tidak hanya berdampak pada dirinya secara pribadi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang yang mengikuti perjalanannya.

Dengan keberanian dan keterbukaan yang ia tunjukkan, Dokter Tirta berharap dapat memberikan contoh bahwa setiap orang berhak untuk memilih jalan hidup mereka sendiri, berdasarkan pemahaman dan keyakinan pribadi.

“Dalam hidup, kita harus berani mengambil keputusan yang mungkin sulit tetapi benar untuk diri kita.

Saya berharap perjalanan saya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menemukan kedamaian dalam keyakinan mereka,” tutup Dokter Tirta.

Share This Article