Di Balik Layar: Kisah Balenciaga dan Politik Timur Tengah yang Menggugah

yosuki By yosuki
5 Min Read
Di Balik Layar: Kisah Balenciaga dan Politik Timur Tengah yang Menggugah
Di Balik Layar: Kisah Balenciaga dan Politik Timur Tengah yang Menggugah

jfid – Balenciaga, sebuah rumah mode legendaris yang telah mengukir jejaknya dalam sejarah busana, menjadi sorotan bukan hanya karena karya-karya desainnya yang revolusioner, tetapi juga karena peran politiknya yang menarik dalam konteks konflik Timur Tengah, khususnya dalam perselisihan antara Israel dan Palestina.

Cristóbal Balenciaga, perancang busana yang brilian, mendirikan rumah mode ini pada tahun 1919. Meskipun berasal dari Spanyol, Balenciaga berhasil menciptakan sebuah empire mode di Paris, Prancis, yang menjadi pusat mode dunia.

Namun, di balik kemegahan karyanya, terdapat cerita yang melibatkan politik Timur Tengah yang cukup menggugah.

Konflik antara Israel dan Palestina, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, telah menciptakan gelombang solidaritas dan kontroversi di seluruh dunia.

Salah satu bentuk ekspresi solidaritas atau penolakan terhadap konflik tersebut adalah melalui gerakan boikot terhadap produk-produk yang terkait dengan Israel.

Balenciaga, sebagai salah satu ikon mode global, tidak luput dari sorotan terkait hal ini.

Pertanyaan tentang sikap Balenciaga terhadap konflik Israel-Palestina muncul di benak banyak orang.

Apakah Balenciaga mendukung Israel, Palestina, atau mungkin netral dalam konflik tersebut?

Untuk mencari jawaban atas pertanyaan ini, banyak orang berusaha mencari informasi yang valid.

Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan mencari daftar perusahaan atau merek yang tercatat sebagai pendukung Israel atau Palestina.

Situs-situs seperti bdnaash.com menjadi salah satu sumber yang sering dikunjungi untuk mencari informasi terkait hal ini.

Mencari kata kunci “Balenciaga” di situs cek produk pro-Israel, bdnaash.com, menghasilkan “No record found on this brand.”

Artinya, Balenciaga tidak tercatat sebagai brand yang mendukung Israel.

Namun, apakah hal ini berarti Balenciaga secara otomatis mendukung Palestina?

Jawabannya mungkin tidak begitu sederhana.

Seringkali, dalam konteks konflik politik, ketiadaan dukungan bagi satu pihak tidak secara langsung menyiratkan dukungan bagi pihak lainnya.

Banyak merek atau perusahaan memilih untuk tetap netral dalam konflik politik yang sensitif demi menjaga citra mereka dan menghindari kontroversi yang berpotensi merugikan bisnis mereka.

Balenciaga, sebagai rumah mode ternama, dapat memiliki alasan-alasan sendiri dalam menjaga sikap netral atau tidak berpihak dalam konflik politik.

Share This Article