Dandim 1620/Loteng: Pasien Positif yang Kabur Sudah Diamankan Satgas Covid 19

M. Rizwan
4 Min Read

jfID – Pasien positif Covid 19, An. Tn. LS (50) tahun, penduduk Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, Kabuapaten Lombok Tengah diketahui melarikan diri alias kabur dari Ruang Isolasi setelah beredar video dari rekaman CCTV RSUD Praya. Rabu, 29/4/2020.

Sekitar pukul 20:00 Wita, pada hari selasa tadi malam, LS membuat publik Kabupaten Lombok Tengah heboh, terlebih masyarakat Desa Penujak, kampung halamannya. Bahkan di Desa Penujak sendiri penjagaan ketat untuk mencegah yang bersangkutan kembali ke kampungnya setelah diketahui kabur dari ruang Isolasi RSUD Praya.

Masyarakat setempat merasa resah, sebab ditakutkan dengan kaburnya LS akan berdampak kepada masyarakat sekitar yang bisa saja tertular dengan Covid 19.

Prihal kejadian tersebut, Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol CZI Prastiwanto, SE, M.I,Pol,.menyampaikan, sejak laporan kaburnya pasien positif Covid 19 berinisial LS, gugusa Satgas Covid 19 tak tinggal diam untuk melakukan koordinasi secara hirarki untuk mencari, menangkap, menemukan dan mengembalikan yang bersangkutan untuk kembali di karantina sesuai protokol penanganan pasien Positif Covid 19 .

Menurut Dandim, dengan koordinasi yang ketat antara tim satgas serta kepedulian masyarakat, keberadaan Pasien LS berhasil diketahui.

“berawal dari adanya informasi dari salah satu warga di Dusun Slanglet melapor ke anggota Koramil 1620-04/Praya Barat, Serka Ifan Suntoro yang sedang melakukan penertiban pasar Desa Penujak, masyarakat tersebut menyampaikan bahwa LS pasien Positif Covid 19 yang kabur, sedang berjalan dari Dusun Mentoko menuju Dusun Kangi,” tutur Dandim.

Dengan informasi masyarakat tersebut, Serka Ifan Suntoro, mengkoordinasikan ke tim satgas Covid 19, Puskesmas Desa Penujak, untuk bersama menjemput LS yang sedang berada di Dusun Kangi, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, pada hari ini, Rabu, 29/4/2020.

“tak butuh waktu lama, tim satgas Covid 19, beserta Babinsa, Satpol PP Desa penujal bergegas kemudian ke lokasi LS berada,” imbuh Dandim.

LS yang ditemukan di tengah persawahan di Dusun Kangi, Desa Penujak lantas dibawa menggunakan ambulance menuju RSUD Praya untuk kembali menjalani masa karantina sesuai protokol Covid 19.

“tujuan pengkawalan Babinsa dari penangkapan saudara LS tersebut bertujuan untuk kembali mengamankan pasien tersebut, sesuai dengan prosedur pelayanan pasien positif Covid 19,” tandas Dandim.

Ditemukannya LS pada hari ini, pasien Positif Covid 19 yang kabur diharapkan bahwa masyarakat hendaknya tetap tenang, selalu mengikuti himbauan pemerintah, serta harus di pahami bahwa Covid 19 bukanlah aib, siapa saja bisa terjangkit.

“jadi, jangan salah diartikan bahwa diisolasi atau dikarantina itu bagian dari tindakan medis untuk percepatan pemutusan mata rantai serta antisipasi penyebaran Covid 19,” tandasnya.

“kegiatan penangkapan pasien LS ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid 19, mengantisipasi timbulnya gejolak sosial lainnya ditengah masyarakat mengingat, LS statusnya Positif Covid 19,” sambung Dandim.

Letkol CZI Prastiwanto, selajutnya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu mempedomani himbauan pemerintah serta petugas yang ada di lapangan.

“mari kita semua peduli, insyaallah kita semua sadar, disiplin diri, wabah pandemi Covid 19 ini akan segera berlalu,” ajaknya.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article