COVID-19 di Singapura: Lonjakan Kasus yang Mengkhawatirkan

ZAJ By ZAJ
3 Min Read
COVID-19 di Singapura: Lonjakan Kasus yang Mengkhawatirkan
COVID-19 di Singapura: Lonjakan Kasus yang Mengkhawatirkan

jfid – Seiring dengan matahari terbit di Singapura, sebuah negara pulau yang dikenal dengan kebersihan dan disiplinnya, ada sesuatu yang lain juga terus meningkat: jumlah kasus COVID-19.

Dalam beberapa minggu terakhir, Singapura telah mengalami lonjakan kasus yang signifikan dan mengkhawatirkan.

Pada minggu 5 hingga 11 Mei 2024, jumlah kasus COVID-19 diperkirakan naik menjadi 25.900 kasus, dibandingkan dengan 13.700 kasus pada minggu sebelumnya.

Rata-rata kasus COVID-19 yang dirawat di rumah sakit setiap hari naik menjadi sekitar 250 dari 181 minggu sebelumnya, sementara rata-rata kasus Intensive Care Unit (ICU) tetap rendah pada tiga kasus dibandingkan dengan dua kasus minggu sebelumnya.

Varietas Virus dan Vaksinasi

Secara global, JN.1 dan sub-varietasnya, termasuk KP.1 dan KP.2, tetap menjadi varietas COVID-19 yang dominan. Secara lokal, proporsi gabungan KP.1 dan KP.2 saat ini mencakup lebih dari dua pertiga kasus COVID-19 di Singapura.

Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa varietas ini lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varietas lain.

Namun, yang menjadi perhatian adalah penurunan kekebalan di masyarakat. Sekitar 80% populasi lokal telah menyelesaikan dosis awal atau tambahan mereka tetapi belum menerima dosis dalam setahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa kekebalan di populasi kemungkinan telah berkurang.

Pentingnya Vaksinasi

Sejak vaksinasi COVID-19 dimulai pada 2020/2021, vaksin telah terbukti aman dan efektif dalam melindungi individu dari penyakit parah.

Miliaran dosis vaksin COVID-19 telah diberikan secara global dan pemantauan keamanan internasional menunjukkan bahwa vaksin ini aman.

Berdasarkan data lokal, menjaga vaksinasi tetap diperbarui (yaitu menerima dosis tambahan dalam setahun terakhir) telah terus menjadi langkah efektif dalam mencegah penyakit COVID-19 parah yang memerlukan rawat inap atau masuk ICU.

Kesimpulan

Situasi ini mengingatkan kita semua bahwa pandemi belum berakhir. Meski kita telah melakukan banyak kemajuan, COVID-19 masih menjadi ancaman yang nyata dan kita harus tetap waspada.

Mari kita semua berkontribusi dalam upaya ini dengan menjaga kebersihan, menjaga jarak, dan yang paling penting, menjaga vaksinasi kita tetap diperbarui.

Dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat mengatasi tantangan ini, seperti yang telah kita lakukan sebelumnya.

Singapura telah menunjukkan kekuatannya dalam menghadapi krisis, dan saya yakin kita akan melakukannya lagi. Tetap aman, Singapura!

Share This Article