Cerita Ibu Asmani, Hidup Sebatang Kara di Sidrap, Hingga Pulang ke Bangkalan

Rasyiqi
By Rasyiqi
3 Min Read

jfID– Namanya Asmani. Ia seorang nenek tua renta berusia 70 tahun, kelahiran Desa Karang Duek, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

50 tahun lalu, Asmani tanpa sepengetahuan pihak keluarga meninggalkan kampung halaman. Kemudian Ia menikah dengan seorang pria asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan.

Asmani pun menjalani kehidupannya bersama sang suami. Namun, 3 tahun kemudian ia hidup sebatang kara, karena tidak memiliki anak selepas suami tercinta meninggal dunia.

Demikian disampaikan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif di Pendopo Agung Kota Bangkalan usai menyambut kedatangan Nenek Asmani dari Sidrap hari ini, Kamis 25 Juni 2020.

Ra Latif mengaku mengetahui keberadaan Asmani melalui video yang diviralkan oleh ibu Wakil Bupati Sidrap. Kemudian Ia melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyelidi pihak keluarganya yang ada di Bangkalan.

“Kami menyelidiki melalui Pak Sekda, melalui dinsos, kemudian bertemu dengan pihak keluarga yang di fasilitasi kades karang duek,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Ra Latif bercerita, pihaknya langsung komunikasi dengan Pemkab Sidrap untuk pemulangan Asmani, dengan catatan pihak keluarga mau menerima dia.

“Karena dikhawatirkan, karena kondisinya sudah sepuh, butuh perhatian dan perawatan agar tidak terlantar. Alhamdulillah pihak keluarga mau menerima,” ucapnya.

Kata Ra Latif, meski 50 tahun lamanya meninggalkan Bangkalan, Asmani masih bisa berbahasa madura, walaupun bercampur bahasa bugis.

“Masih mengerti bahasa madura, tapi campur madura dan bugis,” terangnya.

Kepulangan Asmani ke kampung halaman (Bangkalan Madura) tidak sendirian, melaikan diantarkan langsung oleh utusan Pemkab Sidrap. Ra Latif mengucapkan terimakasih banyak.

“Kami ucapkan terimakasih, sekaligus biaya pemulangan yang ditanggung Pemerintah sidrap, kami ucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Sementara Nur Hidayah, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Sidrap saat mengantarkan Asmani menyampaikan, Ibu Asmani sebelumnya sudah ingin pulang.

“Sebelumnya minta pulang, karena kita tidak tau alamatnya akhirnya kita baru memulangkan, karena mengerti bahasa madura, maka diinformasikan melaui teman media,” tuturnya.

Menurut Nur Hidayah, Asmani selama hidup di Sidrap, tetangga dan pihak medis selalu memantau dan memperhatikan kebutuhannya. Sebab, Ia sudah lansia yang hidup sendirian.

Utusan Pemkab Sidrap itu pun mengucapkan terimakasih atas kerjasama Pemkab Bangkalan dalam proses pemulangan Asmani. Apalagi, mendapat sambutan langsung dari Bupati R. Abdul Latif Amin Imron.

“Kami tidak menyangka disambut seperti ini,. kami mengucapkan terimaksih atas kerjasamanya sehingga nenek Asmani bisa berkumpul dengan keluarga,” tandasnya.

Penulis: Imam Faiq
Editor: Syahril

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article