Anggota DPR RI Fraksi NasDem Syamsul Lutfi Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan, Ini Tanggapan Tenaga Ahli

M. Rizwan
2 Min Read

jfID – Beredarnya pemberitaan di media massa online prihal anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Dapil NTB Syamsul Lutfi akan dilaporkan oleh Koalisi Milenial Peduli Demokrasi ke Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana penipuan.

Hal tersebut mendapat respon dari Tenaga Ahli DPR RI Fraksi NasDem Ahmad Syamsul Hadi yang sekaligus mewakili Syamsul Luthfi, dengan memberikan pernyataan.

“berita tersebut tidak benar, itu adalah fitnah keji yang dialamatkan kepada beliau. Saya menduga kuat ada aktor lain yang memainkan issu seperti ini. Kita bisa mencatat sejak periode kepemimpinan beliau di Lombok Timur, issu ini sering kali bongkar pasang untuk menjegal, tetapi ini issu lama,” terang Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad mewanti-wanti kepada orang yang mengaku sebagai korban untuk menunjukkan dirinya, dengan gentle dan terbuka, tidak bersembunyi, sehingga keadaan atau penipuan yang di maksud menjadi terang benderang.

“ingat setiap kader partai NasDem adalah sub-kordinat dari partai, sebagai kader partai kami akan hadapi semua ini. Ini harus diluruskan, jangan sampai karena Syamsul Luthfi bersuara kritis demi kemaslahatan masyarakat, terus ada yang merasa terganggu dan melakukan tindakan terbelakang dan menjatuhkan nama baik beliau,” tutur Ahmad.

Beberapa waktu terakhir, Syamsul Luthfi memang gencar bersuara di Nasional dan Daerah menyoroti pembangunan yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat terutama Pulau Lombok sebagai daerah pemilihannya.

Ahmad lantas mempersilahkan Koalisi Milenial Peduli Demokrasi meneruskan tindakannya untuk melaporkan ke Bareskrim Polri dan meneruskan niat mereka untuk unjuk rasa ke Mahkamah Partai NasDem.

“silahkan saja, jangan tidak dilanjutkan. NasDem adalah Partai yang modern dan terbuka, tidak pernah alergi terhadap kritik apalagi issu murahan yang seolah-olah hanya mengejar keadaan sehingga menjadi kacau dan menghilangkan fokus legislator untuk bekerja bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. Itu tindakan orang tidak punya otak akademis, dan kami sangat faham, siapa saja actor dibalik ini semua,” tutup Ahmad.

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article