Cek, Berikut Komorbid Memperparah Keadaan Pasien Covid 19 di Indonesia

M. Rizwan
5 Min Read

jfID – Komorbid (kata sifat) menurut KBBI artinya penyakit penyerta; istilah dalam dunia kedokteran yang menggambarkan kondisi terdapat penyakit lain yang dialami pasien selain penyakit utama.

Dalam bahasa keseharian, Komorbid kita ucapkan dengan Komplikasi yakni dua penyakit yang hadir dalam waktu bersamaan.

Komorbid membuat pasien Covid 19 memiliki gejala yang memperparah kondisi dan kematian karena imun tubuh pasien lebih rendah.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, terdapat 5 Komorbid yang dapat memperparah bahkan kematian bagi pasien Covid 19, yakni:

1. Hypertensi.
Hypertensi merupakan kondisi tekanan darah tinggi pada jantung dan dinding pembuluh darah di seluruh tubuh. Tekanan darah mengalir di seluruh tubuh merusak organ tubuh pasien Covid 19 dengan cepat.

Menurut Tunggul Sitomorang, Ketua Perhimpunan Dokter Hypertensi Indonesia seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com mengatakan, Resiko Hypertensi terus meningkat seiring dengan usia. Kasus di Italia menunjukkan 75% pasien Covid 19 meninggal dunia karena Hypertensi.

Di Indonesia sendiri kata Tunggul, terdapat satu banding tiga orang dewasa, prevalensinya 34,1% memiliki Hypertensi.

2. Diabetes.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi pada seluruh tubuh. Terinfeksi Covid 19 bakal mempercepat kerusakan tubuh pada penderita diabetes. 35% lebih pasien positif Covid 19 di Italia disebabkan oleh diabetes.

3. Penyakit Paru-Paru.
Penyakit yang berhubungan dengan kerusakan paru-paru dan saluran pernafasan ini juga memperparah kondisi pasien positif Covid 19. Yang berhubungan dengan penyakit ini diantaranya paru-paru obstruktif kronis (PPOK) asma, dan tuberkulosis (TBC).

Melihat bahwa Covid 19 juga menyerang paru-paru, membuat organ tubuh tidak mendapatkan oxigen yang cukup sehingga memicu kerusakan organ yang dapat menyebabkan kematian.

4. Penyakit Jantung.
Penyakit kardiovaskular atau yang berkaitan dengan jantung menjadi kormobid yang memperparah kondisi pasien positif Covid 19.

Mengingat, Covid 19 dapat membuat Imun tubuh yang melemah membuat kerusakan semakin meradang dan berujung pada serangan jantung, stroke dan kematian.

5. Demam Berdarah Dengue (DBD).
Demam Berdarah Dengue (DBD) sering menjangkiti seseorang pada musim pancaroba yang dapat memperparah kondisi pasien positif Covid 19. Selain itu, patut diwaspadai bahwa gejala Covid 19 menyerupai penyakit DBD.

Menilik hal tersebut, fakta menyebutkan bahwa tidak hanya orang jompo dan tua (50) tahun ke atas yang kemungkinan besar terjangkit Covid 19, dengan alasan sistem imun tubuh yang menurun. Akan tetapi mulai dari usia 0 tahun sampai seterusnya bisa saja dijangkiti Covid 19.

Berdasarkan kajian, seperti penjelasan dari Ahmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid 19 seperti yang dilansir dari CNBC menyebutkan, bahwa penyakit bawaan merupakan penyebab mayoritas pasien Positif Covid 19 meninggal dunia.

Dikutip dari laman yang sama, Yurianto tidak menyebutkan data jumlah pasien yang meninggal karena komorbid, akan tetapi di Italia sendiri menunjukkan 99 % pasien meninggal dunia memiliki penyakit lain. Lebih dari 75% memiliki penyakit lain, 35 % diabetes, dan 33% penyakit jantung.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Ketua Satgas Covid 19 dari Ikatan Dokter Indonesia Prof. Zubairi Djoerban lebih lanjut menjelaskan  Hypertensi dan Diabetes akan memperparah pasien karena berhubungan dengan seluruh anggota tubuh.

Menurut penjelasan Prof. Zubairi, Hypertensi dan Diabetes merupakan dua penyakit tak menular dengan penderita yang meningkat di setiap tahunnya. Penyakit ini hanya bisa di kontrol dan tak bisa disembuhkan yang merupakan penyakit bawaan (komorbid) yang meningkatkan resiko kematian dari pasien Positif Covid 19.

Terkait dengan perkembangan Covid 19 sampai dengan Sabtu (2/5/2020) siang, seperti yang dikutip dari Kompas.com menyebutkan jumlah kasus virus corona di Indonesia mencapai 10.551 terkonfirmasi positif, meninggal 800 orang dan pasien yang sembuh sebanyak 1.591 orang.

Melansir data dari laman Covid-19.go.id, dari 505 data yang tersedia, penyakit penyerta pada mereka yang positif virus paling banyak adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit paru obstruksi kronis.

Kondisi penyakit penyerta lain dengan presentase yang lebih rendah adalah penyakit ginjal, ganguan napas lain, asma, kanker, gangguan imun, TBC dan penyakit hati.

Adapun secara lengkap presentase masing-masing penyakit penyerta pada 505 data tersedia dari pasien positif adalah sebagai berikut:
1. Hipertensi 53,9 persen
2. Diabetes Melitus 36 persen
3. Penyakit Jantung 21,6 persen
4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis 18,4 persen
5. Penyakit Ginjal 5,9 persen
6. Gangguan Napas lain: 5,5 persen
7. Asma 2,8 persen
8. Kanker 1,8 persen
9. Gangguan Imun 1,4 persen
10. TBC 1,2 persen
11. Penyakit Hati 1 persen

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article