jfid – Kondisi internal DPD Partai Golkar Kabupaten Bangkalan terjadi ketegangan yang semakin memanas. Sebab, setalah empat orang staf administrasi kantor menyatakan mundur, para pengurus dan kader Golkar tak bisa masuk kedalam kantor yang berlokasi di Jl. KH. Abdul Karim Pangeranan Bangkalan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bangkalan, Ha’i. Dia mempertanyakan keseriusan Ketua DPD partai Golkar dalam merespon masalah internal tersebut. Sebab, sejak surat tembusan diterima pada 31 Desember 2024, para pengurus menunggu langkah baik dari ketua partai untuk mengadakan rapat internal dengan mengundang keempat staf tersebut.
“Keempat staf itu adalah tulang punggung administrasi di kantor Golkar. Dengan adanya surat itu saya dan teman-teman fraksi termasuk beberapa pengurus harian itu menunggu itikad baik dari ketua,” terang Ha’i, Kamis (16/01/2025).
Anggota DPRD Bangkalan ini merasa kebingungan dengan situasi ini, dia mengungkapkan bahwa sudah tiga kali mendatangi kantor Golkar, namun kantor tersebut selalu terkunci. Bahkan, kunci pintu kantor diganti baru semua, sehingga menyulitkan akses bagi mereka yang ingin bekerja atau memerlukan dokumen dari kantor.
“Biasanya, saya menghubungi salah satu dari keempat staf itu untuk meminta bantuan atau informasi, tetapi sekarang saya tidak tahu siapa yang harus saya hubungi,” ungkapnya.
Kekosongan yang terjadi di kantor tersebut membuat banyak anggota fraksi merasa terabaikan, terutama setelah mereka tidak mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari ketua partai terkait alasan di balik pengunduran diri para staf tersebut.
Ha’i menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima penyebab keempat staf itu mundur, lantaran sudah tidak ada kecocokan cara kerja mereka dengan cara kepemimpinan ketua partai Golkar Bangkalan.
Ha’i berharap permasalahan ini segera terselesaikan, jika tidak, maka akan menambah ketegangan dan berpotensi mengganggu stabilitas internal partai.
“Jika ketidakjelasan ini terus berlanjut, saya khawatir situasi ini akan semakin mengganggu organisasi. Kami menunggu itikad baik dari ketua untuk segera mengundang staf yang mundur untuk klarifikasi dan mencari solusi,” pungkasnya.