Ganti atau Menjadi Beban Ketika Tidak Menjabat

By
8 Min Read

jfID – Bangsa Indonesia bisa menciptakan mahakarya 1000 tahun lalu, berupa struktur bangunan yang rumit dan presisi seperti Borobudur, Prambanan, dan banyak lagi candi serta  peninggalan fisikal lainnya yang membuktikan ketinggian ilmu konstruksi, arsitektur bangsa nusantara.

Kemudian senjata tradisonal Indonesia yang kebanyakan berupa senjata pendek dan tusuk, tidak tajam sisi kiri kanannya, mengapa bangsa nusantara bukan senjata sabet?

Kita jelaskan sedikit tentang metalurgi persenjataan. Bangsa Viking muasalnya bangsa Aria di Eropa, awal dulu pedangnya menggunakan bahan besi atau ferro. Kemudian bangsa Timur Tengah, bangsa China juga pedang mereka menggunakan bahan ferro. 

Katana samurai Jepang berbahan titanium, kuat lebih ringan. Dan semua material-meterialnya tunggal, bukan material campuran atau alloy dalam besi atau warangan tadi.

Sementara senjata tradisonal nusantara bahannya terbuat dari campuran logam. Bukan monologam, tetapi logam campuran, ada emas, platinum, baja, bahkan bisa 9 macam logam dalam keris, badik, rencong tadi.

Darimana saya tahu semua ini? Sahabat semua pasti tahu kami, kakak saya dan saya punya usaha keluarga, kecil dan memang tidak di besarkan. Lebih karena kecintaan kakak saya akan seni.

Usaha tersebut menghasilkan lithium sudah berjalan 20 tahun yang kami ekpor ke Jerman dan  Inggris. Dari merekalah, pihak Tiongkok TCC mengundang kami karena perusahaan kimia terbesar di China tersebut ingin lithium dari kami yang sudah 2 tahun tidak kami layani. Karena alasan yang tidak kami bisa sebutkan ke publik.

Dibelakang bengkel kami tersebut, ada alat elctrolisis, yang berbasis anoda katoda. Pengurai metal. Suatu hari kami gantung keris keluarga tersebut, di rendam dan dinyalakan listrik selama 3 Minggu, kemudian bersih terurai.

Ada warna kebiruan busa buih di atas permukaan, ada yang kebawah jatuh, ada yang menempel di anoda, biasanya yang nempel tembaga (anoda slime). Yang jatuh warna keputihan mengkilap. Yang kesemuanya kita kumpulkan, keringkan dan kemudian kita bakar di furnace suhu tinggi.

Yang di bawah adalah platinum oxide, yang mengambang gold, murni.

Semoga hal ini menjawab mengapa lagu karya sunan Kali Jaga ada kata-kata “ emas kumambang”, emas mengambang. Ya sudah untuk seterusnya anda pikiren dewe.

Jadi mengapa senjata tradisonal nusantara tidak mungkin sabet. Jawabnya? Kalau di buat pakai 9 bahan metal yang jadi berat. Mending senjata tusuk, dan itupun tumpul kiri kananya, lah ngasahnya pakai apa? Pernah lihat orang ngupas mangga pakai keris? Rencong dan badik masih karena tipis, tetapi apa ada yang ngupas buah pakai badik?

Di sisi lain, Karena itu senjata tradisonal bangsa Indonesia diperlakukan seperti pusaka di semua wilayah,  ya memang mahal harganya.

Kembali ke sejarah nusantara, Sumbar daya alam yang berlimpah tadi terutama mineral. Gajahmada tahu memanfaatkannya untuk pemersatu nusantara, wali songo memakainya untuk mempersatukan ummat, dan Presiden Sukarno memakainya untuk mempersatukan kekuatan nasional melawan imperialisme.

Lalu ada pertanyaan setelah Gajahmada dan Hayamwuruk Majapahit pudar, setelah Sukarno yang membangun Indonesia menjadi negara terkuat di Selatan Katuliswa, Indonesia saat ini mengapa menjadi negara tengah-tengah saja, negara medioker?

Apa karena orang pinter, Free thinker tidak mendapat porsi bermain, para inventor banyak dibatasi, reformer ngak banyak bisa bergerak, karena aturan dan ketidak berpihakan negara. Apa karena semua aturan negara seakan untuk kepentingan sekelompok orang dan pesanan pebisnis asing aseng?

Inovasi penemuan tidak banyak yang mendunia, saat ini, indonesia ini, negara pengekor bukan, negara  imitator bukan, negara inovator bukan, mau kemana nih arahnya? Kita ini hanya jadi pasar saja  ya?

Kita mencoba mengingatkan, Bangsa besar bukan karena sumber daya alamnya, bukan karena letak geografisnya, bukan karena siapa temannya, tetapi bangsa besar, karena pemimpinnya visioner dan membangun sumber daya manusianya maksimum, bebas berkarya. Kemudian pemerintahnya membangun infrastruktur sesuai dengan potensi anak bangsanya.

Sumber Daya Alam (SDA) dan letak geografis yang strategis itu hanya bonus! Jangan terbalik. Mentang-mentang punya SDA, punya letak strategis terus jadi sombong. Dunia butuh Indoensia? Tidak Begitu lah.

WHO siapa, lebih penting dari pada WHAT apa.
Saya ingat pesan dari kakek saya, yang seorang Kiai kampung berkata, siapa yang kamu kenal lebih menentukan jalan hidupmu dari pada apa yang kamu tahu!

Siapa Indonesia? Mana revolusi mental sudah 6 tahun berjalan programnya? Malah terbelah dua bangsa ini sejak 2017.  Jaman pilkada Jakarta dan Pilpres, sampai saat ini lukanya menganga. Kedepan, Mau kah kita bantu? Selesaikan perbedaan, bangun peradaban.

Berani  mendengar sesuatu yang beda? Berani menerima pendapat ilmu lain dari otot pengetahuan yang lain? Siap berbeda berdasar ilmu? Berani LENGSER  seperti stafsus milenial ketika salah?

Berani tanggung jawab atas seluruh hutang yang diambil atas nama pemerintah. Ketika nanti sudah tidak menjabat, ternyata nanti anak cucu ngak dapat apa-apa, malah nanggung kewajiban yang besar,  bayi baru merocot aja sudah dibebani hutang 14.000.000. Yang ternyata semua itu, tidak sanggup dibayarin oleh anak cucu kita.

Bener deh, Kalau hutang produktif, diakhir jabatanmu pasti LUNAS. Kalau hutang ngak ada juntrunganya, diakhir jabatan, malah jadi mbludak. Siapa yang mau nanggung? Naik malahan jumlah hutang kewajibannya, pokok dan bunga nya! Di akhir jabatan. Siapa yang bayarin boss?

Partai pendukung ? Fans? Buzzer rupiah? Mau bayarin semua itu?

Kok ngak takut ya sama tanggung jawab yang masih melekat, ketika tidak menjabat lagi. Wahai yang terhormat politikus, suatu hari anda tidak berkuasa lagi. Karena kalian pasti TERGANTIKAN. Kalian nanti tua, seperti juga saya nanti. kalian nanti tidak berguna juga. Kalian dilengserkan juga.

Kok ngak takut ya? Buat keputusan yang memberatkan rakyat, pejabat-pejabat ini nanti ketika tidak menjabat.

Mantan pejabat tertinggi BUMN kemarin buat hutangan haram jadah gede banget, mana buktinya jadi produktif sekarang. Semua BUMN karya-karya hutang semua gitu saat ini, PLN 600 Trilun hutangnya , gila, itu aset negara atau perusahaan yang nanggung! Ujung-ujungnya negara harus nombokin semuanya.

Pejabatnya? Anjrittt, boss boss BUMN , hartanya nya mah asik-asik. Gajih gede, jam bisa Milyaran harganya. Mengapa enak-enakan ngak nanggung atas keputusan yang  dulu mereka buat?

Jadi solusinya bagaimana? Mumpung masih panjang masa jabatan, mumpung corona masih dimainkan globalis, mumpung Trump mau bedil China, mumpung Tiongkok kumpulin semua Arsenal senjata kepantai Timur.

Begitu saling serang, peluru Tiongkok bisa memusnahkan armada laut Amerika, dan peluru Amerika bisa meluluh lantakkan Kota-kota dI Timur Tiongkok.

Mau si sontoloyo ini bantu? Ada syarat.

Ganti semua pemain liga utamanya ya boss. SDM pengganti dan sistem baru masuk, bagaimana? Kalau SDM nya masih yang ada di liga sekarang, kalau strateginya masih seperti sekarang. Ya monggo lanjut deh. Kita tipe penyerang soalnya, gak tahan main bertahan. #peace

*Ikuti jfid di Google News, Klik Disini.
*Segala sanggahan, kritik, saran dan koreksi atau punya opini sendiri?, kirim ke email faktual2015@gmail.com

Share This Article