Sumenep Jf.id – Pulau Gili Iyang di Kabupaten Sumenep menghadapi ancaman serius akibat pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari tumpahan minyak di wilayah perairan sekitar pulau. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan pegiat lingkungan, mengingat Gili Iyang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kualitas udara terbaik di dunia dan dijuluki sebagai “paru-paru dunia”.
Pencemaran tersebut berpotensi merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang, biota laut, serta sumber mata pencaharian warga yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Selain dampak ekologis, tumpahan minyak juga dikhawatirkan mencemari pesisir dan mengganggu kesehatan masyarakat setempat apabila tidak segera ditangani secara serius.
Sejumlah pihak mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah tanggap darurat, mulai dari identifikasi sumber pencemaran, pembersihan area terdampak, hingga pengawasan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran di perairan Sumenep. Penanganan cepat dinilai penting agar kerusakan lingkungan tidak meluas dan berdampak jangka panjang.
Gili Iyang selama ini menjadi ikon wisata kesehatan karena kandungan oksigennya yang tinggi dan lingkungan alaminya yang relatif terjaga. Oleh karena itu, perlindungan kawasan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan semua pihak agar kelestarian lingkungan tetap terjaga demi generasi mendatang.
Upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan Gili Iyang diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan laut yang lebih bertanggung jawab di wilayah Kabupaten Sumenep.

