jfid – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia resmi meluncurkan kampanye Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja yang mengajak wisatawan nusantara mengeksplorasi destinasi wisata di sekitar tempat tinggal. Inisiasi ini hadir bukan sekadar sebagai iklan, melainkan respons strategis terhadap tren perjalanan yang sudah bergeser sejak beberapa tahun terakhir. Masyarakat kini semakin sadar bahwa liburan yang bermakna tidak harus melibatkan tiket pesawat mahal atau akomodasi bintang lima yang melebihi anggaran keluarga.
Data resmi dari Kementerian Pariwisata mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada Januari hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan momentum positif di sektor pariwisata domestik. Yang lebih menginspirasi, sebesar 67,7 persen dari total perjalanan terjadi di dalam satu provinsi atau antar kota kabupaten dalam wilayah yang sama. Artinya, masyarakat Indonesia sudah sejak lama memilih destinasi berjarak dekat sebagai pilihan utama, dan pemerintah hanya memperkuat pola pikir yang sudah hidup di masyarakat.
Nia Niscaya, Juru Bicara Kementerian Pariwisata, menjelaskan bahwa kecenderungan ini sejalan dengan tren global. Orang-orang lebih banyak melakukan perjalanan di wilayah sekitarnya karena pertimbangan biaya, akses transportasi yang lebih mudah, dan keinginan untuk menemukan atraksi baru yang belum tersentuh. Kampanye Liburan Cara Baru bertujuan menguatkan persepsi bahwa liburan dekat bisa sama berkesannya dengan destinasi jauh yang selama ini diincar. Tidak perlu merasa kurang jika Anda memilih tempat wisata yang hanya berjarak satu atau dua kota dari rumah.
Bagi Anda yang ingin mencoba pendekatan ini, langkah pertama adalah membuang asumsi bahwa liburan harus berhari-hari. Destinasi lokal bisa dijelajahi dalam format weekend getaway selama dua hari satu malam. Fokus pada pengalaman yang otentik: mencoba kuliner khas daerah, mengikuti workshop kerajinan tangan, atau melakukan aktivitas alam seperti hiking di gunung kecil yang belum ramai. Anda juga bisa mengunjungi desa wisata untuk melihat proses pembuatan produk lokal atau berkemah di pinggir danau yang tenang.
Teknologi kini bisa menjadi mitra dalam perencanaan. Kementerian Pariwisata meluncurkan platform kecerdasan buatan bernama MaiA yang dirancang khusus untuk membantu wisatawan menyusun itinerary perjalanan sesuai kebutuhan dan anggaran. Cukup masukkan preferensi dan lokasi, platform ini akan memberikan rekomendasi destinasi, rute perjalanan, hingga estimasi biaya secara real time. Bagi yang tidak terbiasa merencanakan secara manual, fitur ini meminimalkan risiko kehabisan budget atau kecewa karena informasi yang tidak akurat.
Selama periode libur sekolah 2026, Kemenpar bekerja sama dengan 40 pelaku industri pariwisata menyediakan 95 paket wisata yang sudah disesuaikan dengan segmen keluarga dan pelajar. Paket-paket ini mencakup atraksi alam, budaya, petualangan, dan bahari di berbagai daerah. Pilihan ini memudahkan Anda yang ingin liburan tanpa perlu repot mengecek satu per satu akomodasi dan tiket. Anda cukup memilih paket yang sesuai minat dan langsung berangkat. Bahkan ada paket yang menggabungkan belajar budaya dan edukasi lingkungan untuk anak-anak.
Beberapa destinasi yang cukup populer dalam kategori liburan dekat antara lain desa wisata di Jawa Barat yang menawarkan pengalaman agro, pantai tersembunyi di Banten dengan ombak yang tenang, serta area konservasi alam di Sumatera yang cocok untuk hiking dan fotografi. Jangan lewatkan juga kampung budaya di Yogyakarta atau kawasan historis di Semarang yang bisa dijelajahi dengan biaya sangat terjangkau. Di Jawa Timur, Anda bisa mencoba kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang menawarkan pengalaman sunrise yang tak kalah indah dengan destinasi mancanegara.
Bagi pelancong pemula, sebaiknya pilih destinasi yang mudah diakses dan memiliki fasilitas dasar yang memadai. Cek ulasan di media sosial sebelum berangkat untuk memastikan kualitas akomodasi dan atraksi yang ditawarkan. Bawa perlengkapan yang sesuai dengan cuaca dan aktivitas yang akan dilakukan. Jangan lupa untuk mendokumentasikan perjalanan, karena foto dan catatan perjalanan menjadi koleksi berharga yang bisa dijadikan referensi untuk liburan selanjutnya.
Dampak ekonomi dari peningkatan wisata domestik tidak bisa dianggap remeh. Ketika lebih banyak wisatawan mengunjungi daerah terpencil, UMKM lokal, pelaku kuliner, dan ekonomi kreatif akan mendapatkan sirkulasi yang signifikan. Kemenpar berharap kampanye ini tidak hanya memuaskan kebutuhan liburan masyarakat, tapi juga berkontribusi pada pemerataan manfaat pariwisata nasional. Setiap perjalanan yang Anda lakukan adalah dukungan langsung kepada penghidupan masyarakat di destinasi tersebut.
Mulai dari sekarang, coba luangkan waktu untuk meneliti destinasi baru di sekitar kota Anda yang belum pernah dieksplorasi. Jadikan liburan dekat sebagai laboratorium perjalanan sebelum Anda menempuh rute internasional. Dengan perspektif yang lebih terbuka, Anda akan menemukan bahwa keindahan Indonesia tidak hanya terletak pada ikon-ikon besar, tapi juga pada cerita kecil-kecil yang tersembunyi di berbagai sudut negeri ini. Liburan yang dekat justru seringkali yang paling tak terlupakan.

