jfid – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI & DPD RI, Jumat (14/08/2026). Prabowo menyoroti capaian laba bersih Pegadaian yang mencapai Rp6,59 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 84,4 persen secara tahunan.
PT Pegadaian berhasil membukukan pertumbuhan signifikan meskipun kondisi global belum sepenuhnya stabil. Angka ini jauh melampaui target yang telah ditetapkan manajemen, sekaligus menegaskan posisi Pegadaian sebagai BUMN strategis yang benar-benar berkontribusi pada pemasukan negara. Presiden menekankan bahwa BUMN tidak boleh sekadar perusahaan komersial, tetapi harus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Selain kinerja keuangan, Prabowo juga menyoroti peran strategis Bank Emas dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas emas di dalam negeri. Pegadaian, sebagai perusahaan pertama di Indonesia dengan izin penyelenggaraan kegiatan usaha bullion, terus memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir. Saat ini, kinerja bisnis berbasis emas Pegadaian mencapai sekitar 153 ton, meningkat signifikan dibandingkan saat awal pengembangan layanan tersebut.
Kolaborasi antara Pegadaian dan BRI menjadi salah satu contoh konkret percepatan digitalisasi layanan keuangan, termasuk cicilan emas melalui aplikasi BRImo. Presiden menegaskan bahwa transformasi digital harus terus dipercepat agar layanan BUMN bisa menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di kota besar.
Kunjungan dan peninjauan ini menandakan komitmen pemerintah untuk terus memastikan BUMN strategis seperti Pegadaian berperan sentral dalam pembangunan ekonomi domestik. Di tengah ketidakpastian global, keberhasilan Pegadaian menjadi bukti bahwa strategi diversifikasi layanan dan efisiensi biaya operasional bisa menghasilkan pertumbuhan yang signifikan.

