Rupiah Melemah,Petani Garam Sumenep Khawatir Biaya Produksi Membengkak

Ningsih Arini
2 Min Read
Rupiah Melemah,Petani Garam Sumenep Khawatir Biaya Produksi Membengkak (Ilustrasi)
Rupiah Melemah,Petani Garam Sumenep Khawatir Biaya Produksi Membengkak (Ilustrasi)
- Advertisement -

Sumenep Jf.id – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani garam di Kabupaten Sumenep. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi di tengah belum stabilnya harga garam di tingkat petani.

Kepala Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Abdul Hayat, mengatakan pelemahan rupiah memberikan dampak langsung terhadap masyarakat kecil, termasuk petani garam yang bergantung pada aktivitas produksi musiman.

Menurutnya, kenaikan biaya operasional menjadi ancaman yang harus dihadapi petani apabila nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah potensi naiknya biaya transportasi dan distribusi yang berpengaruh terhadap keseluruhan proses produksi garam.

“Ketika rupiah melemah, biaya produksi ikut meningkat. Transportasi dan kebutuhan penunjang lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Di sisi lain, petani garam juga masih menghadapi ketidakpastian harga jual. Hingga saat ini, harga garam masih ditentukan oleh mekanisme pasar dan bergantung pada perusahaan pembeli, sehingga petani tidak memiliki kepastian pendapatan.

Abdul Hayat menilai kondisi tersebut semakin memberatkan petani. Pasalnya, biaya produksi berpotensi naik, sementara harga jual garam belum memiliki standar yang jelas dari pemerintah.

Menurutnya, belum adanya penetapan harga garam oleh pemerintah membuat posisi petani menjadi lemah dalam menentukan nilai jual hasil produksinya. Akibatnya, petani harus menghadapi risiko ganda, yakni meningkatnya biaya usaha dan ketidakpastian harga pasar.

Para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pergaraman, termasuk melalui kebijakan penetapan harga yang mampu melindungi kesejahteraan petani di tengah gejolak ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Dengan kondisi tersebut, petani garam di Sumenep berharap stabilitas ekonomi dapat segera membaik agar biaya produksi tetap terkendali dan usaha pergaraman tetap memberikan keuntungan yang layak bagi masyarakat pesisir.

- Advertisement -
Share This Article