SUMENEP Jf.id – Kinerja RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian menggembirakan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut berhasil melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan, dengan realisasi melebihi 100 persen dari proyeksi awal.
Keberhasilan ini mencerminkan penguatan tata kelola manajemen dan peningkatan kualitas layanan yang konsisten dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan sumber daya manusia yang kompeten, serta pengembangan fasilitas medis, menjadi faktor penting dalam mendongkrak capaian tersebut di tengah dinamika dan tantangan sektor kesehatan.
Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD dr. H. Moh. Anwar telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana modern. Layanan penunjang diagnostik seperti CT-Scan serta ketersediaan tenaga medis spesialis turut memperkuat posisi rumah sakit ini sebagai salah satu rujukan utama di wilayah Madura.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa realisasi pendapatan tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa peningkatan pendapatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit akan berdampak langsung pada kinerja keuangan. Oleh karena itu, manajemen berkomitmen terus memperkuat kapasitas layanan melalui penambahan tenaga medis spesialis serta optimalisasi fasilitas penunjang.
Sebagai salah satu unit layanan kesehatan daerah, RSUD dr. H. Moh. Anwar juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep melalui sektor retribusi pelayanan kesehatan.
Memasuki tahun 2026, manajemen rumah sakit menargetkan pendapatan sebesar Rp116 miliar. Dengan tren kinerja yang terus menunjukkan peningkatan, target tersebut dinilai realistis untuk dicapai, seiring komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kinerja Positif 2025, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Lampaui Target Pendapatan dan Optimistis Hadapi 2026
SUMENEP Jf.id – Kinerja RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian menggembirakan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut berhasil melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan, dengan realisasi melebihi 100 persen dari proyeksi awal.
Keberhasilan ini mencerminkan penguatan tata kelola manajemen dan peningkatan kualitas layanan yang konsisten dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan sumber daya manusia yang kompeten, serta pengembangan fasilitas medis, menjadi faktor penting dalam mendongkrak capaian tersebut di tengah dinamika dan tantangan sektor kesehatan.
Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD dr. H. Moh. Anwar telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana modern. Layanan penunjang diagnostik seperti CT-Scan serta ketersediaan tenaga medis spesialis turut memperkuat posisi rumah sakit ini sebagai salah satu rujukan utama di wilayah Madura.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa realisasi pendapatan tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa peningkatan pendapatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit akan berdampak langsung pada kinerja keuangan. Oleh karena itu, manajemen berkomitmen terus memperkuat kapasitas layanan melalui penambahan tenaga medis spesialis serta optimalisasi fasilitas penunjang.
Sebagai salah satu unit layanan kesehatan daerah, RSUD dr. H. Moh. Anwar juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep melalui sektor retribusi pelayanan kesehatan.
Memasuki tahun 2026, manajemen rumah sakit menargetkan pendapatan sebesar Rp116 miliar. Dengan tren kinerja yang terus menunjukkan peningkatan, target tersebut dinilai realistis untuk dicapai, seiring komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

